Nahdlatul Wathan

NILAI-NILAI KEISLAMAN, KEBANGSAAN DAN KEUMMATAN | Part-11

NILAI-NILAI KEISLAMAN, KEBANGSAAN DAN KEUMMATAN DALAM SYAIR, NASYID, MARS DAN LAGU-LAGU KARYA MAULANASSYAIKH TGKH. MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID AL-ANFANANY AL-MASYHUR

Oleh:  Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan. QH., MA
(Guru Besar UIN Mataram | Alumni MDQH Ke-33 | Sekjend PB NW)

Bagian Kesebelas: القسم الحادى عشر
فتيان العلوم

نحن فتيان العلوم كل يوم لا ننوم
آمالنا فوق النجوم جهادنا للمسلمين

ياسميعا للمقال يابصيرا للفعال
اسمع بنا ما فى السؤال افتح فتوح العارفين

يا قوي يا متين. هب لنا الفتح المبين
انصر لنا فى العالمين. وانشر لواء النهضيين

آمين آمين آمين آمين. آمين بحرمة الأمين
آمين إله العالمين. واحفظ جميع النهضيين

Terjemahan
PEMUDA-PENUNTUT ILMU

Kami penuntut Ilmu
Tak kan tidur selalu
Cita-cita atas Kejora
Jihad tuk muslim semua

Hai penyimak ucapan
Hai saksi perbuatan
Pedulilah persoalan
Buka pintu kebajikan

Hai yang kuat perkasa
Kurniakan sukses nyata

Bantu kami di kehidupan
Sebarkan Nahdlatul Wathan

Amin amin amin amin
Amin berkat Nabi al-Amin.
Amin, Tuhan Rabbul alamin
Jaga seluruh Nahdhiyiin.
(Terjemahan ini dapat dilagukan seperti wazan teks Arabnya- ترجمة مجلس الاوفياء و العقلاء )

Prolog:
Fityan: Adalah sebutan identik dengan kaum muda yang punya ghirah semangat yang berapi api- tak ubahnya seperti Qisah Allah Swt dalam Al-Quran saat Raja Namruz bertanya kepada bala tentaranya
من فعل هذا باآلهتنا؟ قالوا سمعنا فتى يقال له ابراهيم
Nabi Ibrahim saat muda sangat bersemangat dan sangat kuat prinsipnya maka disebut masa seperti itu masa muda masa Fata.
Fata-Fityan -Futyan adalah era yang paling straregis untuk meningkatkan kapasitas keilmuan kapasitas intelektual kapasitas ekonomi kapasitas kapabilitas. Inilah yang dimaksudkan oleh Maulanassyaikh dengan sebutan: FITYANUL ULUM.

A. Nilai Keislaman dalam lagu fityanul ulum.

Jihaduna Lil muslimin: Ungkapan penyemangat dalam perjuangan keislaman. Jihad disini lebih identik dengan penguatan kapasitas keilmuan bukan jihad fisik. Jihad yang berarti mujahadah berjuang untuk meraih cita-cita.
Maualanasssyih memberikan isyarat betapa pentingnya berjuang untuk meraih ilmu pengetahuan. Sehingga tidak ada jihad yang paling baik untuk saat ini selain jihad memerangi kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan.

Futuh al-Arifiin: Obsesi Maulanassyaikh kepada semua orang terlebih kepada para pencari ilmu pengetahuan untuk meraih apa yang disebut dengan Futuh al-arifin. Terbukanya cakrawala berfikir orang-orang yang arif bijaksana.

Ilmu seberat apapun cobaan untuk meraihnya jika sudah meraih Futuh (terbuka lebarnya sekat sekat pengetahuan)

Assam’u : Pendengaran: Sami Allah yang maha mendengar. Lafaz ini menggambarkan bahwa proses mendapatkan pengetahuan itu melalui proses Empiris-Proses Rasionalis-Positivis: Penggabungan antara panca indera dan logika.
Proses keilmuan yang harus ditempuh oleh Fityanul Ulum adalah proses pembiasaan pancaindera dan proses pembinaan logika untuk terus mengasah logika berpikir dalam pembentukan kematengan bernalar dan bertindak. Maulanassyaikh mempertegas dengan dua ungkapan.
يا سميعا للمقال يا بصيرا للفعال
Bashiran: Bashiroh. بصيرة

Pendekatan pengetahuan tidak melulu dengan proses pancaindera dan logika tapi yang tak kalah penting adalah pendetan mata bathin (ainul bashirah). Proses instusionisme adalah proses kematengan hati dalam merenung kebajikan dan keajegan keilmuan. Sesuatu tak semua bisa dilogikan tapi sesuatu itu bisa diintusioniskan.
Pendekatan intusionisme inilah yang kemudian mempertegas eksistensi Wahyu. Ilham. Firasat. Ketajaman mata bathin sebagai salah satu proses memperoleh pengetahuan dan peneguhan keilmuan.
Al-Qowiyyu: Potensi diri-kekuatan mental-Kekuatan akal dan spritual menjadi pengokoh keilmuan dan pengetahuan. Sekaligus menjadi
المتين

Penguat komitmen dalam mengamalkan ilmu pengetahuan agar ilmu pengetahuan yang diperolehnya tertata dalam dimensi keberkahan dan kemuliaan.
Al-Fath al-Mubin: Keberkahan yang nyata-kesuksesan yang luar biasa-keberhasilan yang memberkahi. Inilah ending akhir dari petualangan sang pencari ilmu pengetahuan. Kesuksesan dan keberhasilan.
Di sinilah kecermatan dan kecerdasan Maulanassyaikh dalam membentangkan teori teori ilmu pengetahuan modern yang jauh-jauh hari beliau sudah mengantisipasinya dan menjelaskannya dengan jelas dan konstruktif.

B. Nilai kebangsaan dalam lagu fityanul ulum.

Amaluna Fauqonnujum: Cita cita kita setinggi bintang gemintang. Sebuah obsesi dan ekspektasi kebangsaan yang didahului melalui proses ilmu pengetahuan, proses integritas keilmuan yang berkah.
Bangsa yang maju harus dimulai dari pendidikan. Pendidikan keagamaan Pendidikan kewarganegaraan Pendidikan Teknologi dan Media. Maulanassyaikh mengajak elemen anak-anak muda khususnya yang berusia 15-20 tahun untuk terus memacu diri dalam meraih keberhasilan ilmu pengetahuan sebanyak -banyaknya agar mampu bersaing di dunia global dan internasional.

Maulanassyaikh berpikir global untuk anak-anak millenial di generasinya maka beliau tak henti-hentinya memberikan motivasi dan semangat keagamaan untuk meraih keberhasilan di masa mendatang.

C. Nilai Keummatan dalam lagu fityanul ulum.

Nilai keummatan tetap tersentral pada dua kata:
انصر لنا فى العالمين انشر لواء النهضيين
Pertolongan Allah dalam perjuangan dan penyebaran panji-panji Nahdlatul Wathan ke seantero dunia menjadi cita-cita luhur Maulanassyaikh yang kemudian diteruskan kepada seluruh kader-kader Nahdlatul Wathan.
Nahdlatul Wathan sebagai medan perjuangan tidak akan bisa maju dengan baik jika tidak ditopang SDM yang Unggul. SDM yang kompetitif. Untuk itu maualanasssyih mencetuskan lagu ini untuk memberikan pencerahan kepada semua orang semua santri semua anak bangsa agar melek literasi dan teknologi agar meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Epilog:
NW: Pemotivasi ummat untuk meraih ilmu pengetahuan dan teknologi
NW: Memiliki cita cita tinggi dalam mewujudkan kemajuan agama dan bangsa
NW: Mengedepankan proses daripada hasil
NW: Pencetak pemuda-pemuda yang berintegritas dan berkualitas.
NW: Mendeklarasikan diri menjadi pelopor kemajuan dalam bidang pendidikan
NW: Lumbungnya keberkahan bagi siapa saja yang Yakin. Ikhlas. Istiqomah menjalankan amanah keilmuan amanah kekuasaan dan jabatan dan amanah pengabdian dan perkhidmatan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker