ARTIKEL

14 Hikmah Kemuliaan Puasa #Part4

“EMPAT BELAS HIKMAH KEMULIAAN PUASA DALAM KAJIAN SYAIKH ALI AHMAD AL-JURJAWY DALAM KITAB HIKMATUTTASYRI’ WA FALSAFATUHU-h. 132- 139”

Dialihbahasakan dan dinukil oleh:
Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan.QH., MA
(Pegiat Ngaji Literasi Kitab Kuning- Santri on-line)
************************************************
nwonline.or.id –Lanjutan……

HIKMAH KEENAM:

والحكمة السادسة:
إن الإنسان إذا صام وذاق مرارة الجوع وحصل عنده عطف ورحمة على الفقراء والمساكين الذين لا يجدون من القوت ما يسدون به الرمق ولفد ورد أن سيدنا يوسف عليه الصلاة والسلام كان لا يأكل ولا يتناول طعاما إلا إذا إشتد عليه الجوع لأجل أن يتذكر البائس الفقير والمحتاج المضطر

ولقد ورد فى فصل الصوم وفوائد من الأحاديث وأقوال الحكماء ما لا يعد ولا يحصى وحيث إن مالا يدرك كله لا يترك كله فهاك بعض ما جاء منها قال رسول الله صلى الله عليه واله وسلم من جاع بطنه عظمت فكرته وفطن قلبه. وقال لقمان لابنه وهو يعظه يا بني إذا إمتلأت المعدة نامت الفكرة وخرست الحكمة وقعدت الأعضاء عن العبادة. وقال سليمان الدارانى احلى ما تكون لى العبادة إذا التصق ظهرى ببطنى وقال بعض ألاطباء الدواء الذى لا داء معه لا تأكل الطعام حتى تشتهى وهذا مأخوذ من معنى الحديث الذى قاله النبى صلى الله عليه وسلم للطبيب الذى ارسله المقوقس ضمن الهدية اذ قال : نحن قوم لا نأكل الا عن جوع وإذا أكلنا لا نملك نفسنا من الطعام. ومن ذلك رجع الطبيب الى المقوقس وقال له لقد ارسلتنى الى رجل جمع الطب فى كلمتين. وقال بعض السلف الصالح إذا شبع الإنسان خرست الحكمة وقعدت الأعضاء عن العبادة ولا ينال الإنسان صفاء القلب ولا يدرك لذة العبادة وحلاوة المناجاة والتأثر بالذكر الفكر الا الجوع. ولقد أجمع الأطباء فى هذا العصر على أن الصوم من أنجع الأدوية لمن يصاب بمرض السكر فانظر حكمة الشارع الحكيم التى تخفى على كثير من الناس.

Hikmah Keenam:
Sesengguhnya manusia jika dia berpuasa pasti dia merasakan pahit getirnya lapar maka muncul rasa kasihan dan empati terhadap pakir miskin yang tak mempunyai makanan yang bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Sungguh telah ada keterangan dari Hadis bahwa Nabi Yusuf As beliau tak makan tak minum dan tak makan-makan yang lain kecuali kalau sudah kelewatan laparnya karena semata-mata ingin mengingat bagaimana rasa laparnya orang yang miskin papa orang yang sangat membutuhkan bantuan uluran tangan.

Dan juga sudah ada keterangan dari banyak hadis dan ungkapan ahli hikmah tentang faidah yang tak terhitung saking banyaknya penjelasan itu. Tetapi secara ringkas kita katakan bahwa segala sesuatunya jika tak bisa diraih semuanya jangan tinggalkan semuanya.

Maka dari itu ini sebagian dari apa yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw: Siapa saja yang lapar perutnya Fikirannya cemerlang dan Hatinya tenang. Nasihat Luqman Kepada anaknya: Duhai Anakku jika perut-lambung kekenyangan kepenuhan, maka pikiran anda tumpul/ tidur tak bisa berkreasi, Hikmah kearifanpun terkekakang Anggota tubuh merasa malas untuk beribadah. Syaikh Sulaiman Addaroni berucap Ibadah yang paling indah dan manis saat melaksanakannya jika punggungku bersentuh dengan perutku (lapar). Para Ahli Kedokteran berpendapat Obat yang tak ada penyakitnya adalah Anda tidak makan sampai Engkau merasa kenyang. Ini dikutip dari makna hadis nabi yang diucapkan oleh nabi kepada seorang dokter yang jadi utusan raja Muqauqis sebagai barter hadiah yang dia kirim kepada Nabi. Kala itu Nabi berucap: Kami Adalah Sekelompok kaum yang tak makan kecuali sudah lapar tapi jika kami sudah makan kami bisa menahan diri dari makanan itu (tidak terlalu kenyang). sebab itu baliklah sang dokter ke Raja Muqauqis sang dokter berucap: Duhai Raja Engkau telah mengutus aku ke seorang yang menghimpun teori kedokteran pada dua kalimat: (Makan saat Lapar-Jika Makan tak terlalu kekenyangan).

Sebagian ulama salaf bernasihat: Jika Manusia kekenyangan Hikmah kearifan terkekang Anggota Tubuh malas bangun ibadah dan manusia tak akan mempeeoleh kesucian hati dan juga tidak memperoleh kelezatan beribadah dan manisnya munajat juga efek dari zikir dan fikir kecuali dengan perut dalam keadaan lapar.
Sungguh telah konsensus para ahli kesehatan modern bahwa puasa adalah obat yang paling mempan bagi orang yang kena penyakit gula/deabetes. Lihatlah hikmah Allah swt yang maha bijaksana yang kebanyakan manusia tak bisa mengungkapkan rahasia yang tersembunyi dalam syariatnya.

Intinya:
PUASA MENCERDASKAN AKAL LOGIKA BERPIKIR.
PUASA MENENTERAMKAN MATA BATHIN MENUJU KEBENINGAN MATA BATHIN
PUASA MENYINGKAP TABIR-TABIR HIKMAH ILAHIYYAH YANG TERHALANG OLEH KOTORAN DOSA DAN NODA.
PUASA ADALAH OBAT MUJARRAB BAGI SEGALA PENYAKIT WABIL KHUSUS PENYAKIT DEABETES.

NW Online

Situs Nahdlatul Wathan Online | NW Online, Media Resmi Nahdlatul Wathan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker