ARTIKEL

14 Hikmah Kemuliaan Puasa #Part7

“EMPAT BELAS HIKMAH KEMULIAAN PUASA DALAM KAJIAN SYAIKH ALI AHMAD AL-JURJAWY DALAM KITAB HIKMATUTTASYRI’ WA FALSAFATUHU-h. 132- 139”

Dialihbahasakan dan dinukil oleh:
Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan.QH.MA
(Pegiat Ngaji Literasi Kitab Kuning- Santri on-line)
************************************************
nwonline.or.id – Terakhir:
HIKMAH KEDUA BELAS:
HIKMAH KETIGA BELAS:
HIKMAH KEEMPAT BELAS

الحكمة الثانية عشرة:
ان النفوس متى قويت بشهواتها طغت : إن الإنسان ليطغى أن رآه استغنى(العلق: ٦-٧) فاذا منعت عنها شهواتها خمدت ومتى خمدت رجعت الى الله تعالى وأحست به احساسا صحيحا وكذلك تجد نفس المريض راجعة الى الله تعالى متعلقة به بخلاف نفس الصحيح وتجد فرقا كبيرا بين نفس الفقير الهامدة الخامدة التى ترجع الى الله دائماً وبين نفس الملك والوزير وذى الجاه والثروة. ودواء النفوس وسعادتها إنما هو فى التعلق بالله لأنه لا غنى عنه( يأيها الناس أنتم الفقرآء الى الله والله هو الغنى الحميد. (سورة فاطر : ١٥)

HIKMAH KEDUA BELAS:
Sesungguhnya jiwa manakala dia kuat dengan dorongan syahwatnya pasti dia lalai dan lalim. Allah menjelaskan, (sesungguhnya manusia pasti melampui batas karena dirinya merasa serba cukup. Q. S. Al-alaq: 6-7). Jika dirinya dihalangi oleh nafsunya maka dia (خمدت): melemah, mereda, surut, membasmi, surut, padam, kabur, mati. tatkala jiwa itu melemah, padam pasti akan kembali kepada Allah swt dan merasakan kehadiran Allah sebenar-benarnya.

Begitu juga halnya Anda jumpai jiwa yang sakit yang kembali kepada Allah pasti selalu resah dan selalu bergantung pada dirinya. Beda halnya dengan jiwa yang sehat. Anda bisa temukan perbedaan yang besar nan jelas antara jiwa yang pakir, lemah dan padam yang selalu mengeluh dan berkeluh kesah kepada Allah dan antara jiwa sang raja dengan menterinya dan jiwa orang yang punya kuasa dan wibawa.

Obat jiwa dan kebahagiannya sesungguhnya pada posisi bergantung semua hal dengan Allah swt, sebab itu tak ada bandingannya. Firman Allah swt Duhai Manusia Kalian semua fakir kepada Allah dan Allah swt maha kaya dan maha terpuji.

INTINYA: Jiwa itu ada yang sakit dan jiwa yang sehat. Jiwa yang sakit pasti merasa lemah tak berdaya tak punya motivasi. Sementara jiwa yang sehat pasti tenang bahagia dan penuh optimisme. Puasa adalah terapi menuju jiwa yang sehat dan bahagia.

الحكمة الثالثة عشرة :
إن فى الصوم تشبيها بالروحانيين من ملائكة الله المقربين فلا تكون مسغولا بنفسك طول يومك اذا كنت صائما بل با الله تعالى فتكون ذاكرا ومسبحا ومقدسا أو مصليا أو قارئا أو مفكرا فى خلق السموات والأرض أو مصالح العباد. وعلى كل حال فالصيام ليس لنفسه وإنما هو لربه فالصوم شبح وروح فاجتهد أن تفوز من الصوم بسره وروحه لا بشبحه وظاهره وعلى قدر ما تبتعد عن شهواتك والأشتغال بنفسك كالأطفال والجهال على ما تلتحق بالملأ الأعلى وعلى قدر ما تكون مستعبدا للشهوات منغمسا فى حمأة الماديات تكون المناسبة بينك وبين الشياطين وبقدر المناسبة يكون الإنجذاب بين المتنافسين.

HIKMAH KETIGA BELAS:
Sesungguhnya pada esensi puasa itu menyerupai dua ruh-ruh dari para malaikat Allah swt yang sangat dekat dengan Allah. Maka jangan anda sibuk dengan diri anda sendiri, nafsu anda sendiri selama anda berpuasa sepanjang harimu akan tetapi sibukkan dirimu dengan Allah swt. Jadilah dirimu pengingat Allah, Pemuji Allah, Pensuci, peshalat, pembaca, pemikir atas segala ciptaan langit dan bumi atau pemikir kemashlahatan manusia. Intinya adalah puasa bukan untuk yang puasa semata namun sesungguhnya untuk Allah swt.

Puasa itu bagaikan (Syabakhun): roh, momok, hantu, bayangan dst dan juga RUH, jiwa yang suci bersih. Maka berusahalah agar Anda berhasil dari puasanya dengan memperoleh rahasianya dan ruh suci substansinya bukan dari momoknya yang menghantui dan menakuti maupun yang membayang-banyangimu secara zahir.

Sebatas ukuran Anda menjauhi nafsumu dan sibuk dengan nafsumu (seperti anak kecil atau orang yang tolol) Maka sebesar itulah ukuran anda berhubungan bathin atau kedekatanmu dengan Allah yang maha tinggi.

Sebatas ukuran anda menghamba terhadap nafsumu tenggelam dalam dunia materi maka anda persis sama dengan diri anda dengan syaithan.

Sebatas ukuran kesesuaian Anda itu maka pasti ada ketertarikan untuk berkompetisi dengan para kompetitor yang lain.

PUASA SEPERTI BENINGNYA JIWA DAPAT MELEJITKAN POTENSI MENUJU POTENSI MALAIKAT BAHKAN POTENSI SIFAT KEILAHIYAN.

الحكمة الرابعة عشرة :
ما فى الصوم من الفوائد الطبية الجليلة فإن المعدة بيت الداءالحمية رأس الدواء وكل من الأعضاء يجب أن يستريح وقتا من الأوقات فلماذا لا تستريح اامعدة كما يستريح غيرها. وقال بعض الأطباء إن الصوم أمان من كثير من الأمراض المزمنة والمنتقلة ولا سيما السل والسرطان الجلدى والدملى الذى فشا فى أوربا جدا وذهب ضحيته ألوف كثيرة فى سنة واحدة أخذا من الإحصائيات الأخيرة فى بارس. اھ.

HIKMAH KEEMPAT BELAS:
Pada substansi ibadah puasa berupa faidah yang sangat jelas menyehatkan. Sejatinya Perut itu markas penyakit. Perut yang terjaga pangkal obatnya. Masing-masing anggota tubuh ini memerlukan jeda waktu untuk rehat, Lantas kenapa perut tak diberikan waktu untuk rehat sebagaimana rehatnya anggota yang lain.

Para dokter berkata bahwa puasa itu penjaga dari berbagai macam penyakit-penyakit yang mewabah (muzminah) dan penyakit yang menular (al-muntaqilah) terutama sekali penyakit asillu (TBC), penyakit kangker ( السرطان) kulit, penyakit bisul-bintik-bintik di kulit yang menyebar di Eropa. Beribu -ribu korban akibat wabah itu dimana selama setahun penuh wabah itu terjadi di Kota Paris Perancis.

PUASA ADALAH PENYEHAT RAGAWI DARI SEGALA PENYAKIT FISIK, PENYEHAT RAGAWI DARI PENYAKIT MEWABAH DAN MENULAR. PUASA JUGA BISA MENJAUHKAN DIRI DARI CORONA SEKALIPUN DENGAN PERPADUAN ANTARA KUATNYA IMANITAS ROHANI DAN IMUNITAS JASMANI… amin.

Intaha…. Selesai…… Insya Allah kita lanjutkan ngaji on-line ini dengan tema-tema yang lain setiap hari selama Ramadhan.

NW Online

Situs Nahdlatul Wathan Online | NW Online, Media Resmi Nahdlatul Wathan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker