NW ONLINE

Sakitpun Harus Bersyukur

Alhamdulillah wassyukrulillahi, sampai saat ini kita masih diberikan kesehatan dan ke’afiyatan oleh Allah SWT. yang dengan nikmat sehat itu sampai saat ini kita masih diberikan kekuatan untuk menggunakannya dalam hal kebaikan dan senantiasa beribadah kepada-Nya.

Namun ketahuilah bahwa di balik kesehatan yang kita rasakan tentu kita tidak bisa menjauhi yang namanya rasa sakit karena semua insane pasti akan merasakan sakit. Adapun bagi orang-orang mukmin, sakit itu merupakan hikmah yang jarang sekali kita ketahui hikmah di balik semua itu. Hikmah tersembunyi itu terdapat dalam sebuah riwayat oleh Abu Imamah Al-Bahili yang mengutip dari sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa apabilan ada seorang mukmin yang sedang sakit maka Allah SWT mengutus empat malaikat untuk mendatanginya kemudian Allah memberikan keempat malaikat tersebut tugas yang berbeda-beda.

Malaikat yang pertama diperintahkan oleh Allah untuk mencabut kekuatan raganya, sehingga seorang mukmin itu menjadi lemah tak berdaya. Kemudian Allah memerintahkan kepada malaikat kedua untuk untuk mencabut rasa kelezatan dalam lidahnya sehingga rasa makanan apapun yang masuk ke dalam lidahnya akan terasa pahit.

Sementara malaikat ketiga diperintahkan untuk mencabut cahaya mukanya, sehingga raut wajahnya hamba mukmin itu berubah menjadi pucat. Kemudian malaikat terakhir diperintahkan oleh Allah untuk mencabut dosa-dosanya, sehingga menyebabkannya suci dan bersih dari dosa.

Ketika seorang mukmin yang sakit itu akan disembuhkan oleh Allah, malaikat yang pernah diutus tadi itu diperintahkan kembali kepadanya dengan perintah untuk mengembalikan kembali kekuatannya, rasa lezatnya makan, dan kecerahan cahaya raut wajahnya, sementara untuk malaikat yang diperintah mencabut dosa-dosanya tidak diperintahkan oleh Allajh untuk mengembalikan dosa-dosanya.

Kemudian malaikat keempat ini bersujud kepada Allah kemudian bertanya kepada Allah. “Ya Allah, mengapa Engkau tidak memerintahkanku untuk tidak mengembalikan dosa-dosa hambamu?”

Allah SWT. menjawab malaikat-Nya: “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikann dosanya setelah memberikan kesulitan ketika ia sedang dalam keadaan sakit.”

Kemudian malaikat itu bertanya lagi kepada Allah. “Ya Allah, kemana kemudian aku akan menyimpan dosa-dosa hamba-Mu ini?”

Maka Allah pun memerintahkan malaikat itu untuk membuang dosa-dosa tersebut ke lautan, kemudia Allah menjadikan dosa-dosa itu menjadi buaya dan binatang-binatang buas lainnya yang ada di laut.

Sehingga seorang mukmin yang sakit tadi itu jika telah sehat menjadi mukmin yang sehat dan bersih serta suci dari dosa. Namun jika ajal yang menjemputnya, maka seorang mukmin itu wafat dan kembali kepada Allah dalam keadaan bersih dari dosa.

Wallahu a’lam[]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker