Nahdlatul WathanNW ONLINETuan Guru Bajang

Belajar Ilmu “Ngiring”

Potongan Sya’ir Syaikhuna Tuan Guru Bajang Kyai Hamzanwadi II:

“Ilmu ngiring ilmu terberat

Maka keikhlasan harus kuat

Yakin harus terparti tepat

Istiqomah harus terus meningkat”

Sya’ir Syaikhuna Tuan Guru Bajang Kyai Hamzanwadi II. 3 November 2019

Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan, QH., MA:
Ilmu paling berat dan paling susah adalah ilmu ngiring. Ilmu ngikut khittah Guru. Coba kita belajar dari cara keguruan Nabi Khidhir dan Nabi Musa. Khidir sang Sufi-Tasawuf n Nabi Musa ahli syariat.

Allah memerintah nabi Musa untuk berguru kepada Nabi Khidir yang notabene Nabi Musa jauh lebih alim lebih faham syariat ketimbang Nabi Khidir. Nabi Khidir masih diperkhilafkan apakah beliau Nabi atau Wali. Sementara Nabi Musa sepakat para ulama bahwa beliau Nabi dan Rasul. Namun Allah perintahkan untuk mengaji tentang hakikat Ngiring-Hakikat mengikuti khitthah guru yang terkadang tak terbaca oleh kaca mata intelektualitas dan kacamata syariah.

Nabi Khidir memulai ujicoba kesabaran melalui media Sampan-perahu yang dirusak oleh Nabi Khidir. Tidak masuk dalam Logika Nabi Musa kapal bagus dirusak dilubangi oleh Sang Khidir. Musa pun Protes.. Apaan ini kapal bagus kok dilubangi.. Sang Khidir sang Mursyid menjawab apa aku bilang Kamu tak sanggup mengikutiku.. Begitu terus sebanyak tiga eksperimen uji coba yang dibuat oleh Nabi Khidir (membunuh anak kecil-memperbaiki tembok yang roboh di terik sinar matahari)
Nabi Musapun akhirnya menyerah dan tak mampu mengikuti bimbingan nabi Khidir.

قال هذا فراق بينى وبينك سأنبؤك بتأويل مالم تستطع عليه صبرا… الكهف: ٧٨

Inilah akhir sua kita karena anda tak mampu bersabar tak mampu Ngiring. Inilah pembelajaran yang paling berharga bagi kita bahwa ilmu ngiring-Sami’na Waatho’na itu bukan gampang tapi memerlukan kesiapan bathin dan keikhlasan hati untuk menjadi bisa ngiring.

Maulanassyaikh menegaskan bahwa sami’na wa atho’na adalah kunci kesuksesan dunia akhirat.Ngiring Maulanassyaikh -ngiring Ummuna-ngiring Syaikhuna Ketum PB NW… Adalah simbol ngiring kepada orang-orang yang mulia dan dimuliakan oleh Allah swt.

Alhamdulillah, hari Rabu merupakan hari yang sangat mulia. Wabil Khusus kepada warga NW karena hari Rabu merupakan hari perjumpaan warga NW bersama Mursyidnya, SYaikhuan Tuan Guru Bajang KH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker