NW ONLINE
Trending

Kesan Sang Wapres RI Ke-4 Jendral (Purn) Tri Sutrisno

NW Online | Selasa, 12 Februari 2019 08:00

Maulanassyaikh Tuan Guru Muhammad Zainuddin Sang Waliyullah Dan Guru Bangsa

Oleh: Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan, QH.,MA

Alhamdulillah wa syukru lillah kami bertiga dapat mengiring (ikut serta) Tuan Guru Bajang Muhammad Zainuddin Attsani berziarah lansung ke kediaman bapak Mantan Pangab ABRI dan Wapres RI ke 4. Jendral Tri Sutrisno yang kini sudah berumur 88 tahun. 

Lewat tulisan ini ingin saya berbagi kesan dan pesan beliau terhadap Maulanassyaikh dan Tuan Guru Bajang M. Zainuddin Attsani yang keluar dari mata bathin beliau yang tulus. Beliau menerima kita berlima di kediaman beliau mulai dari jam 10.00 pagi -sampai jam 13.00. Beliau mulai bernasihat sekaligus menceritakan nostalgia beliau saat berkunjung ke al-Maghfurlah Maulanassyaikh pada tahun 1987 or (1988). Beliau dengan sepontan mengatakan Kakek anda wahai Zainuddin Attsani itu adalah Waliyullah yang luar biasa karomahnya saya buktikan sendiri saat berhadapan muka dengan Kakekmu yang alim soleh itu. Saya belum mengutarakan hajat keperluanku beliau sudah menjelaskan apa hajat dan tujuanku ziarah. Ini suatu keajaiban bagi saya seolah-olah energi positif yang terpancar pada aura tubuh beliau telah masuk ke dalam relung mata batinku sehingga beliau tahu sebelum saya kasi tahu beliau. Beruntung anda punya kakek se karomah itu. 

Tuan Guru Zainuddin yang saya kenal adalah sosok pejuang yang tanpa pamrih, berada di daerah terpencil namun berkat kegigihan beliau NTB mampu bangkit karena jerihpayah perjuangan Maulanassyaikh. Maka sungguh rugi orang yang tidak menghormati dan menghargai perjuangan beliau. Saya percaya dengan hukum kuwalat bagi siapa saja yang tidak menghormati Ulama tidak menghargai jasa perjuangannya apalagi sampai menghina ulama itu pasti hidupnya tidak pernah mendapatkan berkah, Wejangan sang Jendral yang masih segar dan lugas dalam menyampaikan kesan terhadap Maulanassyaikh meski usia sangat sepuh. 

Lebih lanjut beliau bercerita tentang Maulanassyaikh. Saya datang pertama kali ke Lombok sebagai Pangab ABRI begitu saya ketemu Tuan Guru Zainuddin saya lansung didoakan agar dapat membantu Pak Harto mengurus Bangsa dan Negara. Tak lama setelah balik dari Lombok saya dipilih menjadi Wapres mendampingi Pak Harto. Ini doa karomah Tuan Guru Zainuddin yang saya yakini. Anda Zainuddin Attsani sebagai cucu beliau akan dapat mewarisi karomah itu dengan satu kata kunci Ikhlas dalam segala hal. Pegang itu Zainuddin pungkas Sang Jendral Tri. Tuan Guru Bajang Zainuddin Attsani dengan menganggukkan kepala sambil mengucapkan enggih enggih enggih. 

Ada banyak ilmu yang saya dapat dari Tuan Guru Zainuddin…. Ilmu yang tak semua orang bisa lakukan ilmu yang gampang diucapkan namun sulit dilaksanakan. Ilmu Yaqin ilmu ikhlas dan ilmu istiqomah. Itu kunci karomah tuan guru zainuddin dalam menjalankan misi agama Allah di Tanah Air ini. Dan yang tak kalah pentingnya dari beliau tentang ilmu kebangsaan dan keummatan yang sangat peka dengan realitas masyarakat beliau terdidik di Makkah sana tapi tak ada yang berubah dari jiwa keindonesiaan beliau betul betul luar biasa wawasan kebangsaan beliau, pungkas sang Wapres.

Berikutnya beliau bernasihat kepada kita yang hadir di depan beliau wabil khusus kepada Cucu Maulanassyaikh yang dicintainya Tuan Guru Bajang Zainuddin Attsani. Beliau dengan bahasa Ayah Kepada Anaknya mengatakan Anda Zainuddin saya merasa terhormat dengan kedatangannya di tempat saya ini, saya seolah-olah bertemu kembali dengan Zainuddin yang saya kenal dulu. Saya senang dengan kesehajaan anda, baju Putih, peci putih pakai celana. Bersahaja sekali insya allah akan mengalir keberkahan dan keilmuan kakekmu kepada mu tentu dengan syarat : mentaati perintah beliau menjalankan amanah organisasi yang ditinggalkan beliau. Dengan cara itu keberkahan beliau mengalir kepada anda anda semua. Nasihat beliau dengan wajah senyum ceria…. Sambil cerita tentang perjuangan beliau di Irian Jaya. Tugas ke Jepang dll. 

Lebih lanjut beliau bernasihat kepada kita untuk mengembangkan mutu pendidikan melalui gerakan pondok pesantren yang responsif dengan dinamika zaman. Jangan bawa ummatmu ke faham faham yang merusak kerukunan ummat beragama berpegang teguhlah dengan faham ahlussunnah wal jamaah seperti ajaran Tuan Guru Zainuddin. Yaa Ananda yaaa… Nasihat beliau. Kami serentak menjawab insya Allah Bapak. Kami patuhi. 

Jangan lupa kembangkan potensi sumber daya alam yang ada di Lombok biar maju biar sejahtera. Kembangkan pariwisata. Kembangakan jiwa entrepreneurship santri dan masyarakat anda di sana. Sehingga kita ummat muslim mampu bangkit secara ekonomi. Belajarlah dari orang jepang korea cina yang secara sosial politik jauh lebih mundur dari kita dulu namun sekarang menjadi negara maju dan sukses karena etos kerjanya yang luar biasa.

Terakhir yang ingin saya nasihatkan kepada anda adalah jangan pernah riya’ hasad dengki apalagi sombong. Jauhi itu semua biar anda panjang umur sehat jasmani dan rohani. Beliau tanya ke tuan guru bajang MZA berapa usia kakek anda? TGB ZA menjawab 99 tahun usia Masehi 102 tahun usia Hijriah. Itukan umur beliau panjang karena jauh dari penyakit hati makanya beliau sehat panjang umur. Pesan beliau. 

Tak terasa sudah dua jam setengah kita duduk bersama dengan beliau. Di akhir pembicaraan kita mengundang beliau di acara NW nanti dengan senang hati dan beliau siaap untuk menyambung tali kasih keilmuaan dan keberkahan dengan keturunan Maulanassyaikh.sembari beliau mengantarkab kita ke pintu untuk kita pamit pulang. Senyum ceria beliau menandakan masih ada cinta keberkahan terhadap Maulanassyaikh karena sang cucu datang berziarah ke beliau lansung. 
Ini sebagian cuplikan yang dapat saya ceritakan semoga kita dapat mengambil ibrah dari pengalaman hidup orang besar dan orang yang mengerti dan menghargai ulama kharismatik seperti Maulanassyaikh ini. 

(Kami berlima. TGBMZA. Rozi. Thohri. Fauzi. Pak Hadi orang dekat pak Tri)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker