NW ONLINE

Keutamaan Puasa Hari Arafah

NW Online | Sabtu, 10 Agustus 2019

Ketahuilah bahwa bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang penuh dengan kemuliaan dan kebarakahan, karena di bulan ini ummat islam seluruh dunia yang diberi kemampuan dianjurkan untuk menunaikan ibadah haji sebagai penyempurna rukun Islam.

Meski demikian, bagi ummat muslim yang belum mampu atau belum ditakdirkan oleh Allah SWT. untuk menunaikan ibadah haji maka tidak perlu ada kekhawatiran, karena inilah keistimewaan kita sebagai ummat Nabi Muhammad SAW. yakni masih banyak amalan yang yang bisa dilakukan di bulan Dzulhijjah yang pahala dan keutamaannya sangat besar, salah satunya adalah puasa tarwiyah dan Arafah.

Puasa hari arafah hukumnya adalah sunnah yang dimana pelaksanaannya yaitu apada hari Arafah tepatnya pada tanggal 9 Dzulhijjah pada penanggalan Hijriyah. Puasa Arafah sangat dianjurkan untuk melaksanakannya bagi orang-orang yang tidak pergi melaksanakan ibadah haji.

Adapun keutamaan daripada puasa hari Arafah didasarkan pada hadits Nabi:

صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَاشُوْرَاَء يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً

Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat. (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qotadah)

Inilah keitimewaan kita sebagai ummat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam yang umurnya pendek dan amalannya sedikit namun nilai pahala dan keistimewaan yang diraih begitu banyak dan tinggi disisi Allah.

Nah, kebetulan sekali bagi kaum hawa atau ibu-ibu yang masih memiliki tanggungan puasa Ramadhan kemarin agar disarankan untuk mengerjakannya pada hari Arafah, ataupun di hari-hari yang disunnahkan lainnya. Kenapa? Karena dia akan mendapatkan dua pahala (double) sekaligus yakni pahala puasa wajib (qadha puasa Ramadhan) dan puasa sunnah. Niatnya bagaimana? Dalam fiqih-fiqih yang telah sama-sama kita baca, maka niat melaksanakannya adalah cukup ia berniat melaksanakan puasa wajibnya (qadha puasa Ramadhan) maka secara otomatis puasa sunnahnya mengiringi.

NW Online

Situs Nahdlatul Wathan Online | NW Online, Media Resmi Nahdlatul Wathan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker