Khutbah

Khutbah Idul Adha 1441 H/2020 M

SEPULUH PEMBELAJARAN SPIRITUALITAS DARI NABI IBRAHIM UNTUK MASYARAKAT MULTI-ZAMAN
Oleh:
Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan. MA.
(GB FDIK UIN MATARAM – SEKJEND PB NW)
الله أكبر ( ٩ مرات)
الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا لا إله إلا الله والله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
الحمد لله رب العالمين الذى جعل عيد الأضحى تقربا للمؤمنين
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له الذى إبتلى ابراهيم بكلمات فأتمهن فصار إماما للناس المتقين
أشهد أن محمدا عبده ورسوله اشرف المخلوقات أجمعين وعلى آله وصحبه الطاهرين ومن تبعه بإحسان الى يوم الدين
اللهم صل وسلم وكرم ومجد وبارك على شفيع الناس محمد خاتم الأنبياء والمرسلين وعلى آله وصحبه أجمعين
أما بعد فيا عباد الله أوصيكم ونفسى بتقوى الله فقد فاز المتقون
قال الله تعالى إنا أعطيناك الكوثر فصل لربك وانحر إن شآنئك هو الأبتر.
Saudara jamaah kaum muslimin muslimat Sidang Iedul Adha yang berbahagia.
Segala puji hanya pantas untuk yang maha kuasa, Allah swt yang mengatur seluruh dimensi kehidupan hamba-Nya atas segala karunia yang tercucur curahkan kepada semua hamba tanpa terkecuali. Puji dan syukur kita kepada Allah atas denyut nadi dan jantung kita yang masih berdetak sampai saat ini, puji syukur kita kepada Allah atas kesehatan jiwa raga kita sampai detik ini, meski dalam suasana wabah Korona ini Allah swt masih menganugerahkan afiyahnya kepada kita semua. Sehingga dengan nikmat karunia yang agung nan mulia itu kita dapat menjalankan tugas dan pengabdian kita kepada Allah swt khususnya ibadah kurban yang kita laksanakan saat ini.
Shalawat serta salam semoga tersampaikan kepada Nabi Muhammad saw, semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di hari akhir nanti. Amin.
الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
Mari dalam suasana pandemik korona ini, kita tetap optimis akan rahmat Allah yang selalu tercurahkan kepada kita. Kita tetap menjaga iman kita agar tetap menggantungkan segala kehidupan kepada Allah. Kita tetap menjaga imun kesehatan kita agar terpelihara dari wabah ini.
Saudara Kaum muslimin muslimat rahimakumulllah.
Dalam kesempatan Iedul Adha ini, mari kami ajak hadirin-hadirat merenungi satu ayat al-Quran ayat 124 pada surat al-Baqarah yang secara spesial menyebut dua gelar Nabi Ibrahim (seorang Panutan (Imaman)- Seorang yang berintegritas -Wafiyal-ahdi) yang kemudian patut menjadi pembelajaran untuk semua elemen generasi ummat ini.
Ayat itu berbunyi:
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
بسم الله الرحمن الرحيم
وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّى جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إمَامًا قَالَ ومن ذريتى قال لا ينال عهدى الظالمين (البقرة ١٢٤)
Ingatlah saat Nabi Ibrahim diuji dengan beberapa kalimat, kemudian Nabi Ibrahim dapat memenuhi dan menjalankan dengan baik semua kalimat itu. Allah Berfirman: Saya menjadikanmu bagi seluruh manusia sebagai imam panutan. Nabi Ibrahim memohon juga dari keluargaku? Allah Menjawab: Janji Allah tidak akan pernah berpihak kepada orang yang zhalim.
Ayat ini sesungguhnya memberikan gambaran kehidupan yang harus dijalani oleh setiap insan.
Allah memberikan pembelajaran yang sangat positif dan berharga bagi setiap insan yang bisa memetik dari prilaku hidup Nabi Ibrahim AS.
Nabi Ibrahim diabadikan sejarah hidupnya oleh Allah swt sebagai hamba Allah yang menjadi panutan (Imam) dan menjadi orang yang loyal terhadap perintah Allah (al-wafi)
Gelar itu diperoleh tidak dengan hadiah apalagi menyogok tapi melalui ujian dan cobaan yang tak ringan dan memerlukan durasi waktu yang cukup panjang dan melelahkan.
الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
Cobaan demi cobaan yang dilalui oleh nabi Ibrahim AS itulah yang kemudian Allah menyebutnya dengan Kalimatin (كلمات):
Kalimat inilah yang kemudian ditafsirkan oleh para ulama dengan SEPULUH perintah dan larangan yang itu semua dijelaskan oleh Muhammad ibnu Ishaq dari Muhammad ibnu Abu Muhammad, dari Sa’id dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa beberapa kalimat yang diujikan oleh Allah SWT kepada Nabi Ibrahim, lalu Nabi Ibrahim menunaikannya dengan sempurna ialah:
PERTAMA: DIUJI DENGAN UJIAN HIJRAH (الهجرة). Ujian ini sungguh berat dirasakan oleh Nabi Ibrahim karena harus rela berpisah dengan keluarga, kerabat dan ummatnya dengan hijrah dari masjidil haram menuju negeri Syam.Perintah ini dijalankan dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.
الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
Hadirin hadirat sidang iedul adha yang mulia.
KEDUA: DIUJI DENGAN SANG RAJA YANG ZHALIM:
Ujian berat berikutnya adalah Raja Namruz yang zhalim yang menghukum semua orang yang tidak patuh terhadap perintahnya. Nabi Ibrahim dicoba dengan penguasa, apakah dia mampu mengalahkan raja ataukah nabi Ibrahim tergeret kedalam pusaran kekuasaan yang zhalim.
Nabi Ibrahim dapat menjalani ujian berat ini dengan mengedepankan logika kecerdasannya saat berdialog argumentatif dengan sang raja.
Inilah Sosok Ibrahim yang kuat prinsipnya dan tegakteguh terhadap ideologi yang diyakininya.
KETIGA:DIUJI DENGAN API(النار )YANG MEMBARA:
Kesabaran Nabi Ibrahim dan keteguhan hatinya demi membela dan mempertahankan iman dan taqwanya kepada Allah swt. ketika ia dilemparkan ke dalam api oleh raja Namruz dan bala tentaranya.
Ketabahan nabi Ibrahim dalam menghadapi membara api yang sangat panas dengan berkat kunfayakun Allah api yang membara merubah menjadi air salju yang dingin yang sehelai rambutnya tak ada yang terbakar.
KEEMPAT: DIUJI DENGAN AL-USRAH الأسرة (KELUARGA-ISTRI)
Nabi Ibrahim dengan penuh keikhlasan dan kesabaran dengan cobaan dari istri-istri beliau dengan mendahulukan perintah Allah swt dari perintah selain Allah swt.
Keteguhan prinsip Nabi Ibrahim terhadap perintah Allah, membuat nabi ibrahim disebut sebagai hamba Allah yang bebas dari korupsi, bebas dari nepotisme meskipun itu datang dari keluarga intinya sendiri.
KELIMA: Diuji dengan Al-Dhiyafah (الضيافة)
Allah swt menguji Nabi Ibrahim dengan diutusnya malaikat sebagai tamunya, Nabi Ibrahim dengan penuh kesadaran tetap menghormati para tamu serta bersikap sabar menghadapi mereka dengan jiwa dan harta bendanya sendiri.
Disinilah terlihat bagaimana Nabi Ibrahim memuliakan tamunya dengan terhormat, menghargai tamu yang datang berkunjung kepadanya yang tak membedakan stratum sosial dari siapa saja tamu yang datang kepada Nabi Ibrahim.
KEENAM:DIUJI DENGAN ANAK (الولد)
Anak yang dirindukan oleh Nabi Ibrahim selama delapan dasawarsa (80 tahun) lamanya menanti kehadiran anak, di mana Allah karuniai Anak yang soleh bernama Ismail, ketika Ismail kecil sedang lincah-lincahnya ketika itu juga diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putra kesayangannya. Ketika Nabi Ibrahim mengerjakan semua ujian Allah itu dengan ikhlas, maka Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman kepadanya: Tunduk patuhlah! Ibrahim menjawab, Aku tunduk patuh kepada Allah pengatur semesta alam (Al-Baqarah: 131). Kepatuhan dan ketundukan Nabi Ibrahim kepada perintah Allah meski harus mengorbankan anak kesayangan menjadi Qurban, Nabi Ibrahim lulus dalam ujian yang maha berat ini.
KETUJUH: DIUJI DENGAN BINTANG (النجموم)
Allah mengujinya dengan bintang-bintang, agar dia menyembah bintang gemintang yang gemerlap indah menghiasi langit. Nabi Ibrahim tak terkecoh dengan keindahan sinar bintang man jauh dipelupuk mata. Nabi Ibarahim bersabar dan tak mau tunduk kepada bintang itu.
KEDELAPAN: DIUJI DENGAN AL-QAMAR (القمر)
Nabi Ibrahim diuji lagi keimanannya oleh Allah dengan bulan yang lebih terang dan lebih besar dilihat mata, Nabi Ibrahim bersabar dan tak terkesimau dengan rayuan indahnya rembulan.
KESEMBILAN : DIUJI DENGAN MATAHARI (الشمس)
Nabi Ibrahim diuji lagi keimanan dan keikhlasan oleh Allah dengan diorbitkannya Sang matahari yang lebih terang dan lebih besar lagi, Lagi-lagi Nabi Ibrahim Tak tergoda oleh indahnya sang mentari saat terbit dari peraduannya, Nabi Ibrahim bersabar tak tak kenal menyerah dalam mempertahankan keimanan dan keyakinannya.
KESEPULUH: DIUJI DENGAN SYAITAN (الشيطان)
Allah swt nampakkan syaithan di hadapan nabi Ibrahim untuk menggoda agar Nabi Ibrahim melanggar perintah Allah. Perintah menyembelih putranya ini berkali-kali digoda oleh syaithan namun tak berhasil bahkan beliau melemparnya sebanyak tujuh kali ke arah syaitan itu agar berhenti menggoda.
Cobaan ini dengan mulus dapat dilalui oleh nabi Ibrahim as.
الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
Hadirin sidang Iedul Adha yang berbahagia.
Hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa spiritualitas Nabi Ibrahim ini antara lain:
Pertama: Keimanan Yang Kuat
Jika iman kita kuat maka tak akan pernah goyah dengan cobaan apapun, termasuk cobaan korona ini. Maka pupuklah iman kita ini dengan banyak beribadah, berzikir, dan beramal shaleh. Niscaya iman kita menjadi kuat.
Kedua: Keyakinan yang mantap
Jika kita memiliki keyakinan yang mantaf tak kan pernah ada keraguan dalam diri sendiri. Seperti Nabi Ibrahim yang tak pernah goyah dengan keindahan alam yang dilihatnya.
Selama orang memiliki keyakinan yang kuat, takkan goyah meski disogok milyaran rupiah.
Ketiga: Kesabaran yang tulus.
Keberhasilan nabi Ibrahim. As dalam menempuh ujian demi ujian itu sangat ditentukan oleh sifat dan sikap kesabaran beliau. Ini patut menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa sebesar apapun cobaan itu pasti Allah memberikan jalan keluar dan kemenangan bagi siapa saja yang tahan uji.
Betapa banyak orang yang biasa-biasa hidupnya tapi dengan penuh kesabaran dia menghadapi kehidupan itu sehingga mereka menjadi orang yang luar biasa karena berkat kesabarannya.
Keempat: KEIKHLASAN YANG TAK BERTEPI
Kunci sukses dalam menjalankan kehidupan ini adalah keikhlasan yang lahir dari kesadaran diri sendiri dalam menjalankan semua perintah dan titah ilahi yang diwajibkan kepada kita.
Keikhlasan adalah ruh yang menggerakkan segala potensi yang dimiliki oleh setiap insan untuk meraih kemuliaan.
Keikhlasan iinilah yang menjadi wasilah untuk mencapai segala-galanya.
Empat nilai utama inilah nilai luhur yang diwariskan nabi Ibrahim kepada semua manusia dalam berbagai ragam dan masa.
Siapapun yang mampu mempertahankan keimanan, keyakinan, kesabaran dan keikhlasan maka dialah orang yang lulus dalam segala dimensi kehidupannya.
Semoga kita dapat mengambil pembelajaran dan hikmah kebijaksanaan dari sepuluh cobaan Allah kepada Nabi Ibrahim sekaligus kita dapat mengamalkan dalam hidup dan kehidupan kita di era kenormalan baru ini.
Semoga kita terhindar dari segala wabah penyakit dan fitnah-fitnah duniawi. Amin ya robbal alamin.
Mari kita berdoa kepada Allah swt agar segala wabah ini ddihilangkan oleh Allah swt.
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات
ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا و ترحمنا لنكونن من الخاسرين
اللهم ادفع عنا الوباء والبلاء والمحن ما ظهر منها وما بطن فى بلدنا هذا خاصة وفى بلدان المسلمين عامة إنك سميع االدعاء
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفى الآخرة حسنة وقنا عذاب النار عباد الله
إن الله يأمركم بالعدل والاحسان وينهاكم عن الفحشاء والمنكر والبغى يعظكم لعلكم تذكرون فاذكروا الله يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم واسئلوه من فضله يعطكم ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

NW Online

Situs Nahdlatul Wathan Online | NW Online, Media Resmi Nahdlatul Wathan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker