Nahdlatul Wathan

NILAI-NILAI KEISLAMAN, KEBANGSAAN DAN KEUMMATAN | Part-13

NILAI-NILAI KEISLAMAN, KEBANGSAAN DAN KEUMMATAN DALAM SYAIR, NASYID, MARS DAN LAGU-LAGU KARYA MAULANASSYAIKH  TGKH. MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID AL-ANFANANY AL-MASYHUR

Oleh:  Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan. QH., MA
(Guru Besar UIN Mataram | Alumni MDQH Ke-33 | Sekjend PB NW)

Bagian ketiga belas: القسم الثالث عشر

LAGU: PACU GAMA’
********

INAQ AMAQKU
SEMETON JARINGKU PADE
NDEKNARAK ITE
GEN KEKEL LEK DUNIE

DAKAQTE SUGIH
DAKAQTE BANGSE MULIE
NDEK NARAK GUNE
MUN DEQ NARAK AGAME

PACU GAMA’NE
NGAJI SEMBAYANG PUASE
MUDAHAN GAMA’
TEPADE TAME SORGE …2X

Alih Bahasa:
PACU GAMA’
(RAJINLAH)
****

INAQ AMAQKU
(Ibu bapakku)
Semeton Jaringku pade
(serta semua saudara)
Ndeknarak ite
(tiada kita)
Gen kekel lek dunie
(kan kekel di dunia)
Dakakte sugih
(walaupun kaya)
Dakaqte bangse mulie
(walaupun bangsawan mulia)
Ndeknarak gune
(tiada guna)
Mun deq narak agame
(bila tanpa agama)
Pacu gama’ne
(rajinlah semua)
Ngaji sembahyang puase
(ngaji sembahyang puasa)
Mudahan gama’
(semoga kita)
Tepade tame syurge
(bersama masuk syurga 2x)

(Terjemahan ke bahasa Indonesia dapat dilagukan seperti lagu versi bahasa Sasak-terjemahan majlis alaufia wal uqola’)

Prolog:
Pacu Gama adalah seruan kasih sayang sang maha guru kepada para muridnya-seruan untuk rajin belajar, rajin ibadah, rajin berkarya.
Pacu Gama panggilan kemuliaan untuk siapa saja yang ingin sukses dunia akhirat
Pacu Gama: Rajinlah adalah motivasi untuk meraih kesuksesan
Pacu gama’ adalah ungkapan khas Maulanassyaikh kepada seluruh murid murid beliau yang selalu setia dalam perjuangan keilmuan sepanjang masa.
Pacu gama bisa juga rintihan kasian kepada masyarakat yang tak mengindahkan ajaran agama sehingga harus terus diperingatkan untuk bisa merubah diri dan keluarganya menuju hal hal yang positif.

A. Historisitas lagu pacu gama’
Lagu ini adalah yang ditulis oleh Maulanassyaikh sekitaran tahun 1970an mengingat masyarakat Sasak memerlukan metode pengajian yang tidak saja dakwah billisan tapi perlu dengan sentuhan lagu-lagu yang berbahasa Sasak yang cepat ditangkap dan diterima oleh masyarakat.
Maulanassyaikh menggunakan media lagu untuk memberikan kesadaran kolektif masyarakat Sasak melalui lagu lagu menyentuh qalbu sepergi lagu pacu gama’.

B. Nilai keislaman pada lagu pacu gama’
Endeknarak ite gen kekel lek dunie:
Tiada kita yang akan abadi hidup di dunia, sebuah nasihat agama agar manusia sadar akan eksistensi dirinya bahwa tak ada artinya hidup diisi dengan urusan dunia semata tanpa diimbangi dengan kesadaran spritualitas dan etika moralitas dalam menyikapi kehidupan.
Pesan keislaman yang disebut oleh Maulanassyaikh adalah kehidupan ada batasnya, kekayaan ada batasnya, jabatan ada batasnya, maka insaflah untuk meraih kehidupan yang lebih bermakna kehidupan yang kekal kelak di hari akhirat. Agar kita sadar untuk terus mengabdi terus berbakti dan terus menginspirasi semua orang.

Pacu Gama’ne ngaji sembayang puase!
Pesan keagamaan yang mendalam karena pesan fundamental agama:
Pertama: ngaji. Bahasa ngaji dalam tradisi sasak ada dua makna: ngaji artinya baca quran ngaji quran. Pesan ngaji adalah pesan agar terus belajar dan mengkaji al-Quran mengingat anak masyarakat Sasak banyak yang lalai tidak bisa membaca al-Quran maka pesan pacu gama ngaji maknanya rajin terus mengajar anaknya baca al-Quran.
Kedua: Ngaji maknanya menghadiri pengajian. Pacu ngaji terkandung maksud agar semua masyarakat untuk rajin hadir pengajian yang dilaksanakan oleh tokoh agama tokoh masyarakat. Maulanassyaikh memberikan anjuran agar terus semangat pantang menyerah dalam menyebarkan kebaikan dan peradaban melalui pengajian. Maka Pacu Gama Ngaji pesan verbalistik Maulanassyaikh untuk siapapun yang sayang akan kebaikan hakiki dari diri sendiri.
Ketiga:Sembahyang: adalah ungkapan yang masih tenar di kalangan masyarakat Sasak. Ungkapan yang diadopsi dari tradisi hindu yang telah lama membudaya di kalangan muslim Sasak. Meski demikian Maulanassyaikh masih menggunakan bahasa sembahyang karena masih melekat dalam benak masyarakat namun demikian secara pelan-pelan Maulanassyaikh mengantikan dengan kata shalat sebagai bahasa Agama dan kemudian populer di kalangan santri maupun masyarakat Sasak.
Pesan Rajin Shalat adalah pesan agama yang paling banyak disebutkan oleh Allah dan Rasulnya sehingga para ulama pun terus menerus memberikan pesan keagamaan kepada semua orang termasuk oleh Maulanassyaikh.
Keempat: Puase- puasa pesan kebaikan untuk siapa saja yang menginginkan kemuliaan dari Allah swt. Puasa adalah sesuatu yang paling berat untuk dilaksanakan oleh masyarakat Sasak mengingat masyarakat Sasak tidak kenal lelah dalam mencari Rizky di siang hari makanya agar tetap puasa meski dalam kondisi yang memungkinkan.
Mudahan gama tetade tame syurge
Semoga kita semua dapat masuk syurga Allah swt.
Ajakan pesan mendalam untuk semua elemen masyarakat agar tetap rajin berusaha dalam menggapai ridha Allah Swt.

C. Nilai kebangsaan pada lagu pacu gama’

Takakte sugih takakte bangse mulie
Endeknarak gune mundek arak agame

Sugih: kaya dengan segala derivasinya menunjukkan bahwa harta benda duniawi sebanyak apapun tak berfungsi jika tidak dimanfaatkan secara optimal dan karena Allah swt.
Negara bangsa tentu akan maju dengan elemen pacu gama dan rajin ngaji sembahyang puase. Maka maualanasssyih memberikan pesan Doa agar masyarakat Lombok menjadi anak yang peka dengan kondisi zaman.

BANGSE MULIE: ekspresi sesorang terkadang karena kebangsawanannya. Terkadang ikatan primordialisme yang berujung pada kemegahan bahkan kesombongan.
Maulanassyaikh memberikan penjelasan bahwa sukses selalu buat orang yang sehat jasmani dan rohaninya.

D. Nilai Keummatan dalam lagu pacu gama’
Inak Amak semeton Jari:
Nilai kearifan lokal Sasak yang tenar dengan panggilan Inak untuk ibu Sasak. Amak untuk panggilan ayah masyarakat Sasak. Amak adalah panggilan khas masyarakat Sasak untuk ayah yang sudah punya istri.
Nilai Keummatan terdapat pada konteks masyarakat mau membaur dalam segala event organisasi yang tertuang dalam trilogi pergerakan yaitu PENDIDIKAN SOSIAL DAN DAKWAH NW.

Epilog:
NW : Pacu Gama dalam mengabdi untuk nusa dan bangsa
NW: tak ada guna posisi jika tak ada pemahaman keagaman dengan jalan lurus.
NW: penganjur untuk berusaha menjadi enterprehensif.
NW: Lembaga penggerak pendidikan sosial dan dakwah.
NW : laboratorium anak-anak untuk meraih legal keselamatan
NW: Lembaga memberikan penjelasan tentang pentingnya kesetaraan antar seluruh elemen masyarakat.
NW: Buah karya Keagungan Maulanassyaikh untuk seluruh warga dunia.
Amin ya robbal alamin.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker