Lengkap! Niat, Tata Cara juga Keutamaan Puasa Syawal 2024

  • Niat
  • Tata Cara
  • Keutamaan
    • 1. Penyempurna Puasa Ramadan
    • 2. Pahala Puasa Satu Tahun
    • 3. Tanda Diterimanya Puasa Ramadan
    • 4. Sebagai Tanda Syukur
    • 5. Memelihara Konsistensi Ibadah

Jakarta – Siklus Ramadan telah terjadi berlalu dan juga ditutup dengan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 H/2024. Umat islam dianjurkan atau disunahkan untuk melaksanakan ibadah puasa Syawal yang dikerjakan selama 6 hari berturut-turut selama bulan Syawal.

AD PLACEMENT

Puasa Syawal sanggup dimulai pada tanggal 2 Syawal 1445 H atau pada Kamis (11/4/2024). Adapun puasa ini miliki keutamaan yang dimaksud sangat dianjurkan lantaran pahala yang didapatkan diyakini setara dengan pahala berpuasa selama satu tahun.

Meskipun bagi yang melaksanakannya dengan bukan berurutan juga tentu mendapatkan berkah dari Allah SWT.

Salah satu dalil yang dimaksud menguatkan puasa Syawal ini adalah hadis yang dimaksud diriwayatkan oleh Muslim. Sebagai berikut:

AD PLACEMENT

أَنَّهُ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya:

“Barang siapa yang mana berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di dalam bulan Syawal, maka baginya (pahala) puasa selama per tahun penuh,” (HR Muslim).

Lantas, bagaimana niat, tata cara, serta keutamaan puasa Syawal? Simak informasi berikut seperti dilansir dari Detikcom.

AD PLACEMENT

Niat

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Bahasa Latin: Nawaitu shauma ghadin’an ada’i sunnatis syawwali lillahi ta’ala

Artinya: Aku berniat puasa sunah Syawal dalam esok hari dikarenakan Allah SWT

Tata Cara

1. Pelaksanaan puasa Syawal serupa dengan puasa lainnya, mulai dari membaca niat seperti ke atas. Dalam konteks ini, umat Islam meniatkan dirinya untuk berpuasa selama enam hari.

2. Selain itu, di pelaksanaan puasa Syawal dianjurkan untuk melaksanakan enam hari secara berurutan.

3. Puasa Syawal dilaksanakan setelahnya melakukan puasa ganti terlebih dahulu. Namun, diperbolehkan juga apabila terlebih dahulu melakukan puasa Syawal dengan catatan jangan sampai lalai melakukan puasa ganti.

Keutamaan

Seperti yang disampaikan di hadis yang mana diriwayatkan Muslim, puasa Syawal pasca melakukan puasa Ramadan, seperti sudah pernah berpuasa satu tahun penuh. Untuk lebih lanjut detailnya, berikut lima keutamaan puasa Syawal, disitir dari website NU.

1. Penyempurna Puasa Ramadan

Salah satu yang digunakan berubah menjadi faedah di ibadah sunah adalah sebagai penyempurna ibadah yang wajib. Sebagaimana salat sunah rawatib (qabliyah dan juga ba’diyah) yang dimaksud dapat menjadi penyempurna bagi salat wajib. Begitu pula dengan puasa Syawal yang mana merupakan puasa sunah yang mana mampu menjadi penyempurna puasa Ramadan.

2. Pahala Puasa Satu Tahun

Dalam Al-Qur’an pada surat Al-An’am ayat 160 dijelaskan jikalau setiap satu amal ibadah akan dibalas dengan pahala sejumlah 10 kali lipatnya. Mengacu dari penjelasan ini, maka jikalau dikalkulasikan satu bulan puasa Ramadan dikalikan 10 mirip dengan 10 bulan, tak lama kemudian enam hari puasa Syawal dikali dengan 10 sebanding dengan 60 hari atau dua bulan. Jadi, 10 bulan ditambah dua bulan identik dengan 12 bulan atau satu tahun.

3. Tanda Diterimanya Puasa Ramadan

Salah satu yang dimaksud bermetamorfosis menjadi ciri-ciri diterimanya amal ibadah adalah adanya konsistensi di melakukan ibadah yang mana lain pasca ibadah yang tersebut pertama selesai. Begitu juga dengan puasa Ramadan. Salah satu yang digunakan berubah menjadi ciri-ciri dari diterimanya puasa Ramadan seseorang adalah seseorang melakukan puasa Syawal setelahnya.

4. Sebagai Tanda Syukur

Menjalankan niat puasa Syawal merupakan sebuah bukti syukur manusia hamba dikarenakan selama bulan Ramadan ia sudah memperoleh anugerah dari Allah SWT, baik berbentuk ibadah yang mana sanggup dijalani ke dalamnya maupun ampunan yang dimaksud dijanjikan untuk orang-orang yang digunakan beribadah selama bulan puasa.

5. Mempertahankan Konsistensi Ibadah

Setelah selesai bulan Ramadan, tidak berarti ibadah-ibadah yang mana di dalamnya berubah menjadi terputus. Dianjurkan terhadap umat Muslim untuk permanen merawat konsistensinya pada beribadah tersebut. salah satunya yaitu dengan menjalankan puasa Syawal yang tersebut merupakan bukti konsistensi puasa yang digunakan telah terjadi direalisasikan selama Ramadan.

Artikel Selanjutnya Awal Ramadan 1445 Hijriyah Versi Muhammadiyah: 11 Maret 2024

Artikel ini disadur dari Lengkap! Niat, Tata Cara dan Keutamaan Puasa Syawal 2024

AD PLACEMENT
Follow Sosmed Kami
Chat WhatsApp
WhatsApp