Makruh Menikahi Wanita Terlalu Cantik

Hukum Menikahi Wanita yang Terlalu Cantik

NW Online | Jum’at, 25 Oktober 2019 07:00

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ. ” مُتّفَقٌ عَلَيْهِ

Abu Hurairah ra. bercerita, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Wanita dinikahi karena 4 (empat) hal: (1) karena (alasan) hartanya; (2) karena (alasan) keturunannya (trah); (3) karena (faktor) kecantikannya; (4) karena (factor agama) tingkat ketakwaannya yang tinggi. Maka berpeganglah pada keberagamaannya agar kamu memperoleh kebahagiaan.”

Bagi laki-laki tentu tidak sedikit yang memandang kepada wanita yang cantik, molek, semampai, tinggi, lansing, putih untuk dijadikan sebagai wanita pendamping hidupnya. Namun kiriteria-kiriteria tersebut tidak serta merta harus begitu saja, perlu ditelaah dan dipertimbangkan terlebih dahulu.

Dalam kitab Fathul Mu’in bisyarhi Qurratul ‘Aini mengatakan:

وجميلة) أولى لخبر: خير النساء من تسر إذا نظرت)

(Menikahi wanita cantik) itu lebih utama, berdasarkan sebuah khabar: “Sebaik-baik wanita adalah yang membuatmu senang apabila kamu memandangnya.”

Ibarat di atas dijelaskan lagi oleh Sayyid Abu Bakar Syatha dalam Hasyiyah I’anatuttholibin yang mengatakan:

قوله: وجميلة) أي بحسب طبعه ولو سوداء عند حجر أو بحسب ذوي الطباع السليمة عند م ر)

“Yang dimaksud dengan wanita cantik adalah cantik menurut versi masing-masing laki-laki (relatif) meskipun wanita tersebut berkulit hitam. Atau ada juga yang menjelaskan bahwa tolak ukur wanita cantik dalam hal ini adalah wanita cantik menurut laki-laki yang tabiatnya masih normal (ini menurut pendapat Imam Romli).

Also Read: WASIAT

وتكره بارعة الجمال لانها إما أن تزهو، أي تتكبر، لجمالها، أو تمتد الاعين إليها

Makruh hukumnya menikahi wanita yang terlalu cantik karena dua pertimbangan:

Pertama, biasanya wanita yang terlalu cantik itu memiliki sifat sombong akan kecantikannya. Kedua, terlalu banyak mata yang melirik kepadanya. ”(Hasyiyah I’anah al Thalibin juz 3 hal 270, karya Sayyid Muhammad Syatho cetakan al Haramain).

Lalu bagaimana ukuran cantik yang makruh untuk dinikahi itu? Maka menurut ibarat yang dikemukakan oleh As-Sayyid Muhammad Syatho dalam Syarah I’Anah at-Tholibin menilai bahwa menikahi wanita yang “terlalu cantik” hukumnya adalah makruh dengan dua alasan di atas.

Wallahu a’lamu bisshawab []

Memberikan informasi akurat dengan gaya penulisan kekinian

Baca ini yuk