ARTIKELCorona

3 Tips Melawan Bosan di Masa Karantina Covid-19

3 Tips Melawan Bosan di Masa Karantina Covid-19

nwonline.or.id – Tips melawan  bosan di massa covid 19, Di rumah saja.
Oleh: muzanni

 Di saat negara kedatangan wabah covid 19 membuat semua para santri dan Mahasiswa libur sekolah untuk sosial distanching. Rasa bosan menghantui para santri ketika berdiam diri di rumah. Bayangkan saja mereka biasanya libur dua minggu paling banyak ketika libur sekolah. Nah…!  Sekarang mereka libur lebih dari dua minggu loh dan bisa kita katakan libur yang sangat panjang untuk para santri dan mahasiswa. Hee kalian  mungkin  setuju dengan kata libur kali ini memang serek untuk kita katakan nikmat, biasanya libur itu nikmat untuk jalan-jalan bepergian ke rumah keluarga (mudik) apalagi sekarang  di bulan puasa ini loh semua di tutup jalan raya yang kita akan lewati.
Nah… Kita langsung saja saling berbagi yuk…!! Untuk mengisi masa liburan  di rumah yang cukup panjang ini, dengan kita sama-sama mengisinya dengan yang bermanfaat dan mempunyai sisi baik dan positif, eiittttt bukan positif terkena virus corona pastinya ya heheee. Kita langsung saja membahasnya dengan sama-sama dan dalam tempo yang sesingkat singkatnya.

Ini loh yang pertama ingin mengajak teman-teman untuk membaca buku, karna membaca buku itu jendelanya dunia teman-teman. Kita sebagai santri dan Mahasiswa sudah tau kan! Surat yang pertama turun adalah Al Alaq tentang membaca, nah mulai dari itu kita amalkan isi kandungan ayat tersebut untuk mulai demen baca tulisan-tulisan, mulai membaca Al-Qur’an dan sesudah itu membaca buku-buku. Oh iya nih! Ada tokoh-tokoh filsuf dunia yang sangat keren loh yang mengatakan “membaca buku adalah seperti bercakap-cakap dengan orang hebat abad terdahulu” (Rene Descartes). Nah dari itu, kita akan sulit bosan tentunya di rumah ketika ada percakapan-percakapan  dengan orang hebat dalam buku. Tidak lupa juga wakil presiden kita yang pertama yaitu Moh. Hatta dia pernah di penjara loh, ini perkataannya “biarkan aku di penjara asalkan aku bersama buku, maka aku akan bebas”. Walaupun beliau di penjara ketika bersama buku ternyata dia merasa bebas juga karna petualangannya di buku dan memiliki pemandangan yang luas juga untuk kita selami. Nah untuk teman-teman mari kita sama-sama mencobanya.  kebahagiaan di dalam buku itu banyak sekali untuk kita raih, bayangkan saja buku itu juga bisa mengaduk-aduk emosi kita loh…! Contonya saja seperti cerita-cerita para sahabat dan ulama- ulama dalam kitab dan novel islami, yang pernah di tulis sastrawan-sastrawan dari yang dulu sampai yang sekarang. Oh iya nih ada juga ungkapan Sayyidina Ali, “siapapun yang terhibur dengan buku-buku, kebahagiaan tak akan sirna dari dirinya”. Sampai disini kan ngerti tentang manfaat membaca teman-teman semua? Jika tidak ada buku yang kita pegang, korbankan saja dulu lah kuota internet untuk mengingatkan si dia, hemzzzz maksudnya tau sendiri lah gebetan yg tak terlupakan! Dan juga teman-teman banyak loh buku apa yang mau dicari yang berbentuk pdf dan bergenre apa yang di suka, seperti, Surga Yang Tak Di Rindukan, Laskar Pelangi, Bumi Manusia, dan masih banyak lagi tentang itu. Hee sudah ya sampai disini.

Kita lanjut yang kedua yaitu dengan menulis. Kenapa harus menulis, karna menulis itu salah satu untuk mengikat ilmu yang kita dapatkan supaya tidak lari, lepas dan sampai akan lupa semua itu. Nah makanya menulislah, sperti yang di katakan Sayyidina Ali, “ikatlah ilmu dengan menulis”. Menulis juga bisa  untuk ladang dakwah atau informasi loh. Bayangkan saja teman-teman mempunyai ide dan gagasan yang cemerlang, ketika tidak di tulis, yaaa akan hilang. Jika di tulis maka akan selalu diingat dan semua orang membacanya akan  terinspirasi. Imam Al Gazali juga memberi  tahu tentang keistimewaan menulis, apa kata beliau “jika engkau tidak anak raja dan ulama, maka menulislah,” nah itu kata mutiara Imam Gazali. Menulis itu banyak manfaatnya sekarang, waktu di rumah ketika lock down. Penulis-penulis pada saat ini juga sekarang dia fokus melanjutkan tulisan-tulisannya ketika diam di rumah, ide-ide pun bermunculan pada saat sekarang ini. Hee kalian habiskan saja lembaran buku Harian (Diari) pada saat lock down ini, entah isinya ungkapan hati, puisi, cerpen ehhhh pokonya dan lain-lain dah. Menulis juga untuk keabadian loh, kita lihat saja sejarah-sejarah dulu masih kita tahu walaupun kisahnya dulu berabad-abad, seperti sejarah kerajaan-kerajaan di Indonesia, itu semua ditulis oleh para empu atau sastrawan pada masa itu di kertas lontar. Kita beruntung sekali masih mendengarkan sejarah dulu, karna mereka para penulis. Nah kita sekarang ini! Mau menanamkan sejarah yang baik untuk anak cucu kita besok, hee walaupun masih jomblo sih sebenarnya. Tapi tak apa-apa jomblo yang penting menulis. Pramoedya Ananta Toer mengatakan “orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”. Hee sastrawan besar Indonesia loh yang mengatakan. Maka menulis, menulis, menulislah. Gimana teman-teman bisa di pahami dan di mengerti. Hee kayak guru aja maaf!.

Kita lanjut yang ketiga apakah ituuuu…. Masih penasaran kan dengan yang ketiga. Ayo siapa yang bisa jawab jawab hee!!.teet (bel berbunyi) jawabanya diskusi. Ya tim B benar yang ketiga adalah diskusi, 100 buat tim B. Upsss maaf kayak orang cerdas cermat aja, oh iya kita mulai saja. Diskusi adalah bertukar fikiran  mengenai suatu masalah. Jika teman-teman mau menemukan hal baru silahkan untuk berdiskusi bersama guru, teman dan kenalan. Oh iya saat ini kan orang lock down, gimana cara kita diskusi. Oh iya tenang saja sekarang banyak diskusi online, entah yang ada di WA, instagram, dan masih banyak aplikasi untuk wadah kita diskusi pada saat ini. Kita sekarang di tuntut untuk melek Literasi digital. Jangan sampai ketinggalan pada saat ini. Komunitas-komunitas pada saat ini merancang diskusi online, jika tidak ada diskusi kita dapat pengetahuan lewat mana hayoo dari teman se komunitas. Dulu pejuang kemerdekaan seperti, Soekarno, Moh.Hatta, Sultan Syahrir, Tan Malaka, Hos Cokroaminoto dan masih banyak pahlawan yang lainnya tidak mau ketinggalan diskusi atau bermusyawarah untuk membangun negri ini. Waktu itu kan tidak ada Hp android mereka hanya tatap muka secara langsung tanpa quota internet. Makanya kita sekarang lebih gampang lagi untuk menggali ilmu-ilmu yang terpendam.

Dari tiga tips yang di atas tadi, teman-teman pastinya sudah mengerti semua yang di jelaskan dengan panjang lebar, kasian loh sama penulisnya nggak tidur ngerjakan tulisan sperti ini untuk berbagi. Semoga bermanfaat ya, dan dapat di amalkan di rumah bersama-sama. Mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan lebih kurangnya mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah itu datangnya dari diri pribadi, kalau yang benar datangnya dari Allah Swt. Oh iya sampai lupa aku, aku mau mantun dulu ya. Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi, kalau ada umur yang panjang, kita akan bertemu lagi. Heee sekian.
Wallahulmuwafiqu Walhadi ila Syabilil Rasyad
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker