NW ONLINERahasia

Diary-Ku Saat Duduk Mengaji Di Hadapan Maulanassyaikh

NW Online | Rabu, 13 juni 2019 23:00

Refleksi Menerawang Keberkahan Berjamaah Dalam Berjamiyyah

Oleh: Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan, QH., MA

Banyak catatan-catatan penting yang dapat dijadikan inspirasi dan introspeksi bagi kita dalam menggapai keberkahan dalam kehidupan beragama berbangsa dan bermasyarakat. al-Faqier mencatat Nasihat-Nasihat penting Maulanassyaikh yang terucap saat beliau memberikan pengajian di Mushalla Al-Abrar lengkap dengan tanggal dan bulannya dan tulisan nasihat itu al-faqir bubuhkan dalam diary agenda mengaji al-faqier dalam rentang waktu empat tahun saat menjadi salah seorang Thalibul ilmi di Ma’had Darul Qur’an Wal Hadis al-Majidiyah al-Syafiiyah Nahdlatul Wathan. 

Di antara nasihat-nasihat beliau itu adalah:

Pertama: Kita Kalau mengaji amalkan ilmu itu meskipun belum sampai ke maqom yang lebih tinggi ( 14/Syawwal 1417-22-2-1997)

Kedua: Setulen-tulen ajin amalte tergantung ajin niatte (Sebetul-betul harga amal kita tergantung pada sebetul-betul niat kita.(Senin. 20 Sya’ban 1417).

Ketiga: Bagaimanapun pandaimu, kealimanmu, kesalehanmu, janganlah kamu terlalu pamer namun carilah penilaiaan Allah yang haqiqi (12 Rabiul Awwal 1417 h)

Keempat: Aku ini ingin laksana matahari tidak kenal usia tidak kenal berhenti berputar dari timur ke barat tak henti-hentinya berputar siang dan malam tak kenal putus asa meskipun sinarnya ditolak ( 14 Rabiul Akhir 1416 H-10 September 1995 M)

Kelima: Mun me’ masih luean penindo’me’ tangket belajarme’ dait ibadahme’ endekman ante teparan pacu (Kalau Anda masih lebih banyak tidurnya dari pada belajar dan ibadahmu Anda belum disebut orang yang rajin.  (13 Agustus 1995 M)

Keenam: Dende’ jaok-jaok lalo’ aneng me’ mikir cukup me’ fikirang Kun Fayakun de side Allah swt. ( Tidak usah terlalu jaauh anda berfikir cukup pikirkan Kun Fayakun Allah Swt.  (4 Zulkaidah 1416 H)

Ketujuh: Ante pade ade’me’ apik angkun me’ bertindak ade’ne ende’tersinggung ina’ ama’ me’ tangket guru-guru me’. ( Hati-hati cara bertindak,bersikap  agar tidak tersinggung orang tuamu dan gurumu.  (Jumat 12 Syawwal 1416 H).

Kedelapan: Tiap hari kita kumandangkan yel-yel  pokoknya NW Iman dan Taqwa justru itu pertahanankan perjuangkan dengan ikhlas dan tawakkal seperti pengajian anda yang tadi, 

ويرزقهم من حيث لا يحتسب. 

( 27 Rojab 1417 H)

Kesembilan:  الاتحاد قوة bersatu itu kekuatan yang perlu ditegakkan sebab setiap gerakan langkah kita akan tercapai dengan kekompakan dan persatuan (27 Sya’ban 1417-7 Januari 1997 M).

Kesepuluh: tugas kita mengadahkan tangan dan menerima perintah Allah mengenai baik dan tidaknya min indillah ilmullah waasiatun.  20 Sya’ban 1417 h)

Kesebelas: Angka’ selapu’ mu’ me’ tajah isi’ guru-guru me’ ole’ne aneng Qur’an Hadis doang sangka’ tegu’-tegu’ isi’ enti’ iye. (Yaa.. Semua yang diajarkan oleh Guru-guru mu itu semuanya berpulang ke AlQuran dan hadis saja… makanya pegang teguh sekuat-kuatnya.  (11 Sya’ban 1417).

Keduabelas: pade tegu’ iman taqwa me’ dait yakin ikhlas istiqomah mun bau isi’ ante enti’ sa’ telu ine…. Lue’ ante jari Waliyullah. Insya allah senga’ ante ara’ dasar tau ngaji.  ( 20 Sya’ban 1417)

Ketigabelas : ade’me’ peratiang situasi-situasi sine dengan ilmu-ilmu me’. (Agar Kamu perhatikan situasi-situasi saat ini dengan ilmu-ilmu mu.  ( Rabu  21 sya’ban 1417)

Keempatbelas: Yang Pokok itu jangan hilangkan sebab akan mendatangkan Laba dari berbagai penjuru dan macam jalannya.  (Senin 26 Sya’ban 1417 h) 

Kelima belas: Orang yang pandai itu adalah orang yang pandai mengetahui kebenaran dan mampu menghargainya. (10 Sya’ban  1417 H).

Keenambelas: Apa yang bisa kau fikirkan kejar laksanakan kalau tak mampu usahakan ( 10 Sya’ban  1417).

Ketujuhbelas: sering saya ceritakan sejarah perjuangan ulama ulama tasawuf sebab kita kita ini malas ibadah dan sebagai i’tibar dalam kehidupan kita.  (9 Syawwal 1417-17 Februari 1997).

Kedelapan belas:  العمدة على الاخلاص

pokok segala-galanya adalah Ikhlas.

Kesembilan belas: العلم بالشيء اولى من جهله

Tahu tentang sesuatu meski sedikit itu lebih utama dari tidak tahu sama sekali.  ( 18/Syawwal 1417 H).

Keduapuluh: هل جزاء الإحسان إلا الإحسان

tiadalah balasan  kebaikan kecuali kebaikan.

المعرفة بعد الاستئناء دالة على اقل الجزاء

Lafaz isim makrifah jatuh setelah huruf isti’na’ menunjukkan balasan yang paling minimal.

(Demikian Dua puluh kutipan nasihat Maulanassyaikh dari agenda al-Faqier dan insya allah berlanjut dengan nasihat-nasihat beliau selanjutnya nanti-Semoga kita bisa merenungi dan bisa kita mengamalkan dalam dimensi persatuan dan kesatuan kita dalam organisasi NW dan juga pada masyarakat secara umum-amin) Fahrurrozi-abu elroziqina. FDA.  14 Ramadhan 1440 H-19 Mei 2019 M.

Tags

NW Online

Situs Nahdlatul Wathan Online | NW Online, Media Resmi Nahdlatul Wathan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker