PBNW Bersama Naja dalam Semarak Ijtima’ Ramadhan

oleh -22 views
Nuzulul Qur'an
Acara Ijtima' Ramadhan

nwonline.or.id – Dalam semangat melestarikan tradisi baik yang telah diwariskan oleh pendiri Nahdlatul Wathan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Syaikhuna Tuan Guru Bajang K. H. Muhammad Zainuddin Atsani, Lc., M.Pd.I beserta jajaran kepengurusan kembali mengadakan acara Ijtima’ Ramadhan, konsep yang disajikan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yakni dengan menggunakan media online sebagai perantara pengantar acara.

Peringatan Ijtima’ Ramadhan yang di barengi dengan peringatan Nuzulul Qur’an kali ini akan dirangkaikan dengan kegiatan Khotmil Qur’an serentak bersama Muhammad Naja Hudia Afifurrahman Hafidz Cilik Indonesia asal Lombok dan 5000 Hafidz/Hafidzah Nahdlatul Wathan se-Dunia.

Acara yang akan dilaksanakan pada hari Selasa, 19 Mei 2020 bertepatan dengan malam ke-27 bulan Ramadhan pukul 16:00 s.d 20:00 WITA. akan dipimpin langsung oleh Pengurus Besar Nahdlatul Wathan bersama para Masyaikhul Ma’had Darul Qur’an Wal Hadist NW di Anjani secara Online melalui akun resmi youtube Nahdlatul Wathan Official.

Prof. Dr. Fahrurrorozi Dahlan, MA. Selaku Sekretaris Jendral Pengurus Besar Nahdlatul Wathan menegaskan esensi peringatan Ijtima’ Ramadhan sebagai sebuah ajang tahunan yang melestarikan tradisi baik yang ditinggalkan Maulana Syaikh “Ijtima’ Ramadhan merupakan suatu ajang untuk terus dalam upaya melestarikan tradisi baik yang telah Maulana Syaikh tinggalkan” jelas beliau.

Beliau juga menjelaskan bahwa acara Ijtima Ramadhan sebagai ajang silaturrahim tahunan di setiap bulan Ramadhan antar warga NW yang akan memperkuat nilai kebersamaan antar warga “Silaturrahim antara Guru Murid antara pendiri NW dengan warga NW yang dikemas dalam bentuk pengajian umum oleh Maulanassyaikh langsung” lanjut beliau.

Tradisi tahunan ini akan secara terus menerus diestapetkan dan dilanjutkan oleh Pengurus Besar NW baik di era Ummuna Al-Mujahidah al-Barrah al-nasikah Hj. Sitti Raehanun maupun era PBNW yang sekarang Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH. Muhammad Zainuddin Attsani.