Janji Hati

Oleh: Marbot Nahdlatul Wathan
—–———–——————————

Tahun 2017 Jokowi datang. Dalam suasana ketenangan Pesantren Syaikh Zainuddin, NW declaire mendukung meskipun belum masanya pencalonan. NW saat itu deklarasi mendukung Jokowi seperti kenekatan plus keyakinan NW tahun 2014 yang mendukung beliau. 2014 NW mendukung bukan karena dijanjikan apa-apa dan kemudian tidak pernah meminta apa-apa.

Realitanya tak satu-pun janji Jokowi saat kunjungan 2017 yang terealisasi meskipun dengan berbagai cara dan perantara kami telah jalani untuk menagihnya. Hal ini mengingat bahwa Janji Jokowi tercetus bukan karena kami meminta melainkan karena Janji Pribadi Jokowi. Jokowi bertanya tentang apa yang dibutuhkan oleh Ummi Raihanun PBNW. Ummi menjawab bahwa beliau tidak membutuhkan ap-apa secara pribadi, melainkan agar Jokowi memperhatikan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin dan Pontren NW lainnya.

Jokowi lalu secara langsung disaksikan keluarga Ummi PBNW berjanji akan membantu seraya bertanya tentang apa kebutuhan Pesantren. Janjinya akan membantu pendirian Rumah Sakit, Asrama, Ruang Kelas, dll.

Janji 2017 kami tagih sekarang 2019, agar Jokowi dimudahkan Allah segala urusannya. Ummuna berkeyakinan bahwa Pemenang Pemilu ini adalah yang membantu perjuangan NW. Beliau tidak berbicara finansial melainkan berbicara tentang kepedulian dan penghargaan pada NW.

Telah ada isyarat siapa yang kan menang siapa yang kan kalah. Jika kalah, yakinlah bahwa doa jutaan warga NW yang dininabobokkan dengan janji, pasti bersuara jelas di sisi Allah sang Pengijabah Doa.

Kami tetap membantu, tapi mantapkan hati untuk membantu kami. Kami tidak jatuh hati pada Capres-Cawapres melainkan rindu pada pemimpin yang bisa menghargai dan tidak hanya pandai berjanji kepada komunitas yang jauh dari istana.

Kami bukan mesin politik yang menginginkan remah-remah rupiah dari pertualangan duniawi ini. Kami dewasa dan punya harga diri di Republik ini bahkan jauh sebelum Indonesia lahir. Kami biasa berkorban dan kami tak ingin dikorbankan.

Kami yakin, ada kuasa Sang Maha, dan tak hendak merepotkan Penguasa. Tapi, kami memahami janji hati dan akan memilih dengan hati nurani.
[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.