Nasihat Maulanassyaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid Al-Anfanany Al-Masyhur Dalam Kitab Nazam Al-Nahdhah Al-Zainiyyah.

oleh -324 views
Motivasi Aktual, Intelektual Dan Spritual Untuk Insan Cendekia, Insan Kharisma Dan Insan Pencinta Agama, Nusa Dan Bangsa: Nasihat Maulanassyaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid Al-Anfanany Al-Masyhur Dalam Kitab Nazam Al-Nahdhah Al-Zainiyyah.
Oleh: Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan. QH. MA (Alumni MDQH. 33 – Sekjend PB NW – GB FDIK UIN Mataram)

Seri Karya Ilmiah Maulanassyaikh 2 & 3 (Matan Annahdhah Azzainiyyah (Ditulis Pada 12 Sya’ban 1357 H/ 1937 M- Syarah Attuhfah Al-Anfananiyyah- 17 Ramadhan 1358 H/1938 M)

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian kali ini al-Faqier mencoba menelaah inspirasi dari karya intelektual Maulanassyaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid yang beliau tulis di awal-awal kepulangan beliau dari madrasah al-Shaulatiyah dan saat saat mendirikan markaz perjuangan kebangsaan yang perdana dalam bentuk lembaga formal berupa Madrasah NWDI.

Karya itu adalah karya dalam bidang ilmu Faraid, ilmu langka dan sulit yang ditulis dengan bait-bait syair yang indah dan renyah yang beliau sebut dengan nama:

النهضة الزينية

Sebuah nama kombinasi antara pejuang dan perjuangannya. Sebuah nama yang menggabungkan antara sang pejuang dengan hasil perjuangan yang sedang digelutinya.

Annahdhah adalah simbol dari NWDI semakna dengan kebangkitan, kemajuan dan pergerakan. Sedangkan azzainiyyah adalah simbol dari Muhammad Zainuddin yang sedang merintis lahan perjuangan kebangsaan dan Keummatan.

KAJIAN PERTAMA : KITAB ANNAHDHAH AZZAINIYYAH

A. Historisitas penulisan kitab an-Nahdhah az-Zainiyyah.

Kitab ini selesai ditulis oleh Maulanassyaikh pada malam Kamis 12 Syakban 1357 H. di Rumah Beliau di Bermi yang biasa disebut GEDENG DESE.

Beliau cantumkan dalam bait syair kitab ini.

وليك ذا آخر ما فى نظمى * قد انتهى بمنزلى فى برمى

Inilah untukmu akhir dari nazhamku ini * sungguh telah selesai (ditulis) di rumahku di gubuk Bermi.

B. Filosofis dari Nama Kitab Ini:

Kitab ini bernama Annahdhah Azzainiyyah yang bermakna:

  • Kebangkitan Perjuangan Yang indah dan Baik.
  • Kebangkitan Perjuangan Zainuddin Abdul Madjid
  • Pergerakan yang indah.
  • Pergerakan Zainuddin Abdul Madjid
  • Kemunculan Zainuddin Abdul Madjid
  • Gelora Kebangkitan Yang Terhiasi keindahan.

Penggunakan Diksi Annahdhah: Sebagai bukti otentik sejarah perjuangan Maulanassyaikh pertama dan utama dalam episode kehidupan perjuangan maualanasssyih.

Episode baru yang beliau rintis adalah ladang perjuangan yang disimbolisasi dengan Annahdhah – alaman lil ghalabah (علما للغلبة) bahasa depinitif untuk madrasah Induk perdana NW yang disebut Nahdhatul Wathan addiniyyah al-islamiyyah yang disangka NWDI kemudian NWDI dibuatkan terminologi dengan sebutan Annahdhah

( من ذكر النهضة وارادة المدرسة نهضة الوطن الدينية الاسلامية )

Sedangkan Azzainiyyah (الزينية)

Sebagai kenang-kenangan bahwa perjuangan perdana dan utama di NTB dalam bentuk Madrasah formal adalah sebagai karya inovasi dan gagasan cerdas dari Zainuddin yang mashur dengan sebutan MAULANASSYAIKH TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

Inspirasi dari filosofis ini adalah adanya sikap menghargai prinsip perjuangan dan hasil perjuangan sekecil apapun hasil dari perjuangan itu. Ikatan perjuangan serta perintis perjuangan harus terus dirawat dijaga dan lanjutkan perjuangannnya.

C. Kontent bait-bait syair nazham Annahdatuzzainiyyah.

Nazham ini secara jumlah baitnya ditulis apik dengan bait syair yang indah, sebagai berikut:

أبياته سهل بدا بالنهضة * فاطلب هديت يا أخي بالنهضة

Bait ini menjelaskan tentang jumlah bait syair dalam kitab annahdah azzainiyyah dengan ungkapan : سهل بدا

Yang bermakna: 102 Bait. Dimana sahlun bada memiliki arti:

س : ٦٠(ستين)

ھ : ٥ (خمسة)

ل : ٣٠ (ثلاثين)

ب : ٢ (اثنين)

د : ٤ (أربعة)

ا : ١ (واحدة)

Cukup dengan ungkapan sahlun bada sudah mencerminkan jumlah bait dari nazham annahdhah azzainiyyah yang menggunakan timbangan Bahar Arrojaz (بحر الرجز)

مستفعلن مستفعلن مستفعلن * مستفعلن مستفعلن مستفعلن

D. Inspirasi Dari Bait-Bait Syair Annahdhah Azzainiyyah:

Pertama: Sesukses apapun kita, kita tetap mengingat asal usul dan tempat kelahiran.

Inspirasi ini diungkap oleh Maulanassyaikh dalam bait pertama:

يقول راجى عفو ربه المجيد * الأنفنانى نجل عابد المجيد

Bait ini menjelaskan tiga hal:

Penulis dengan ketawadduannya

Penulis menyebutkan asal kelahirannya Al-Anfanany (orang anfanan – orang lombok)

Penulis menyebutkan nama orang tuanya Anak Abdul Madjid.

Kedua: Sesukses apapun anda tidak terlepas dari keberkahan sang pencerah intelektual dan spritual:

Nabi Muhammad, sahabat nabi dan para ulama yang smart.

Maulanassyaikh mengungkapkan:

وافضل الصلاة والسلام * على إمام رسله الكرام

وآله وصحبه النجوم * والعلما محررى العلوم

Ketiga: Keberkahan ilmu seseorang

Terletak pada seberapa kuat ikatan emosional murid terhadap gurunya.

Maulanassyaikh saking dekatnya dengan guru, beliau tak pernah lupa menyebut kewibawaan dan kehaibahan ilmu gurunya. Ini menandakan bahwa keberkahan ilmu sangat bergantung terhadap kecintaan dan penghormatan kita kepada orang yang telah berjasa mendidik kita.

Maulanassyaikh mencontohkan dalam bait syair ini:

وإن متن التحفة السنية * لشيخنا العالم ذي السنية

الفاضل المفضال ذى النشاط* (أبى علي حسن المشاط)

Menyanjung karya intelektual gurunya, menyanjung keilmuan keulamaan dan kemuliaan gurunya dan menyebut langsung na ma gurunya sebagai bukti kepatuhan dan kecintaan.

Keempat: Keberkahan dan kesuksesan seseorang sangat ditentukan oleh tempat di mana dia menuntut ilmu pengetahuan.

Maulanassyaikh mengajarkan kebaikan kepada semua orang dengan tidak melupakan di mana dia tempat menuntut ilmu pengetahuan.

mengingat tempat belajar adalah bagian dari keberkahan yang mesti diraih oleh siapapun. Maualanasssyih selalu memberikan inspirasi untuk semua Santri agar tetap mengingat jasa dan mengenang tempat belajarnya dulu. Coba kita perhatikan ungkapan Maulanassyaikh:

وقد قراته بنهضة الوطن * بمحضر الطلاب من أهل الوطن

ففهموا بأقرب الأيام * بمن من من مدى الأيام

Saya sungguh baca di madrasah Nahdlatul Wathan di hadapan para santri pribumi ahlil wathan. Diharapkan mereka memahami ilmu faraid ini dengan metode yang cepat faham tentu berkat pemberian Allah yang selalu memberi sepanjang waktu.

Kelima: Meraih Sukses Harus Diawali Dengan Motivasi Dan Semangat Yang Tinggi Serta Mampu Merespon Kondisi Dengan Baik.

Maulanassyaikh mengajarkan kita akan pentingnya optimisme dan motovasi dalam berjuang. Maulanassyaikh saja selalu mengambil pembelajaran dari peristiwa peristiwa yang terjadi dalam setiap saat.

Coba kita perhatikan ungkapan Maulanassyaikh :

والتمسوا منى بأن أنظمه * مسهلا متبعا أنظمه

سوفتهم حتى أجبتهم على * مااقترحوا بعونه جل علا

Maulanassyaikh sangat responsif dengan segala asa dan obsesi para Santri dan jamaahnya yang semua dibuktikannya dengan memberikan pembelajaran yang terbaik baik keberlangsungan cita-cita muridnya.

Terlihat dari ungkapan beliau:

والتمسوا منى بأنظمه

Mereka para santri mengungkapkan mengusulkan kepadaku untuk menyusun nazam-nazam.

Respon Maulanassyaikh dengan cekatan:

سوفتهم حتى أجبتهم على * ما اقترحوا بعونه جلا وعلا

Saya sebenarnya merespon mereka dengan tak langsung memenuhinya (سوف) tapi melihat animo dan semangat para santri akhirnya berkat karunia Allah saya penuhi permohonan mereka.

Keenam: Segala program perjuangan harus dilandasi pada tujuan dan orientasi yang progresif.

Perjuangan yang dilandasi dengan orientasi yang benar akan berbuah manis dan enak dikunyah.

Maulanassyaikh menyebut orientasi penulisan kitab ini dengan sebutan:

مسميا بالنهضة الزينية * لنشر علم التحفة السنية

ونفعها أرجو من المولى الكريم * كأصلها لمن تلقا بسليم

Nazam ini diberi nama dengan annahdhah azzainiyyah dengan tujuan untuk menyebarkan ilmu yang tertuang dalam kitab attuhfah assaniyyah yang ditulis oleh maha guru Maulanassyaikh. Dan selalu mengharap kebermanfaatan dan keberkahan dari karya asli kitab ini agar dapat ditangkap keberkahan dari sumber utamanya.

Ketujuh: Ilmu yang tersulit dan ilmu yang langka dikaji orang adalah ilmu faraidh.

Ilmu yang tak semua orang bisa memahaminya bahkan tak semua masyarakat dapat memperaktikkan ilmu faraid ini.

Dalam nazam ini Maulanassyaikh menjelaskan tentang seluk beluk dan tetek bengek harta warisan secara jelas dalam bait demi bait yang kurang lebih sebanyak 87 an bait berbicara tentang Mulai dari devinisi ilmu faraid sampai nazam yang menjelaskan hajab dan hirman, penghalang dan yang tak menerima warisan.

Artinya bahwa Maulanassyaikh memberikan kita inspirasi dan motivasi utama dalam mempelajari ilmu yang sulit ini dengan metode yang mudah dan cepat dicerna. Metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kondisi sosial masyarakat yang diajarnya.

مسائل الفن قضايا تطلب * نسبة محمول لموضوع اطلبوا

لفضله نبينا قد حرضا * بقوله تعلموا الفرائضا

Sungguh bait demi bait dalam penjelasan tentang warisan sangatlah mendalam dan menukik, namun mohon maaf tulisan ini tidak pada posisi membahas kontek faraid nya, akan tetapi lebih pada inspirasi yang dapat dipetik dari bait demi bait dari kitab nahdhatuzzainiyyah ini.

Kedelapan: Sukses Secara Intelektual Dan Spiritual Tidak Lepas Dari Dhasyatnya Doa Yang Terpanjatkan.

Kesembilan: Keberkahan Diraih Dengan Kontinuitas Dalam Mendoakan Kepada Guru Dan Orang Tua.

Coba kita lihat syair karya Maulanassyaikh dalam bait ini:

رب قنى ومن يحبنى كذا * مشايخى من شر حاسد اذا

بالحق افتح بيننا وقومنا * وأنت خير الفا تحين ربنا

Kesepuluh: Kecerdasan dan keberkahan ilmu harus terhindar dari jiwa yang hasad dan dengki.

من شار حاسد اذا

Maulananassyaikh memotivasi kita untuk selalu menghindari diri dari penyakit sakit jahil sakit iri dengki. Karena penyakit inilah yang menyebabkan semua amal ibadah kehilangan berkah.

Kesebelas: Kesuksesan dan keberkahan tidak boleh dimonopoli seseorang tapi harus dibagi kepada semua orang.

بالحق افتح بيننا وقومنا * وأنت خير الفاتحين ربنا

Maulanassyaikh memotivasi kita semua untuk selalu mendoakan diri sendiri mendoakan keluarga mendoakan ummat dan mendoakan secara universal.

Inilah sekelumit makna inspirasi dari untaian-untaian nasihat dari Maulanassyaikh TGKH. M. ZAINUDDIN ABDUL MADJID AL-ANFANY AL-MASHUR.

KAJIAN KEDUA: ATTUHFAH AL-ANFANANIYYAH SYARH ANNAHDHAH AZZAINIYYAH.( Edisi Selanjutnya)