Teks Lengkap “Nazom Batu Ngompal” Khusus untuk belajar Tajwid

oleh -816 views
Teks Nazom Batu Nompal - NW ONLINE
Gambar: Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Abul Madaris wal Masajid (pengarang Nazom Batu Ngompal)

NW ONLINE – Berikut adalah teks Nazom Batu Ngompal ciptaan Almagfurulah Maulanasyaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Abul Barokat wannafahat.

NAZHOM BATU NGOMPAL

(Sya’ir Batu Terapung)

Nadzom Batu Ngompal” kalau di-Indonesia-kan menjadi ‘Sya’ir Batu Terapung’.

‘Nadzom’ dari bahasa Arab yang berarti syair, ‘ngompal’ dari bahasa Sasak yang berarti terapung.

‘Batu’, adalah ‘batu mutiara’, ‘batu permata’ atau ‘batu’ yang sangat mahal harganya. ‘Batu’ mutiara terpendam di dasar samudera. Untuk memperolehnya harus memiliki kemampuan dan semangat yang tinggi dengan keahlian khusus. ‘Batu’ yang mahal itu adalah ‘kaidah ilmu tajwid’ yang harus dipelajari dengan tekun, rajin (tidak malas), di bawah bimbingan guru yang ahli dalam bidang ilmu tajwid. Kalau tidak tekun atau salah memilih guru maka akan gagal menguasai ilmu tajwid.

Jadi makna ‘Batu Ngompal’ adalah keberhasilan seorang murid menguasai kaidah-kaidah ilmu tajwid sehingga ia mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Orang yang membaca Al-Qur’an dengan bacaan ‘qobih’ (buruk) diancam oleh hadits yang shohih bahwa “Al-Qur’an itu sendiri yang akan melaknatnya.“

NAZOM BATU NGOMPAL

Belajar olehmu tajwid yang shohih

Karena Qur’an turunnya fasih

Jangan membaca bacaan qobih

Takut ancaman hadits yang shohih

RAJIN BERGURU PADA AHLINYA

Baca olehmu bacaan Jibrila

Jangan membaca bermain gila

Firman Ilahi di dalam Tanzila

Warottilil Qur’an Na Tartila

RAJIN BERGURU PADA AHLINYA

Jaranglah pandai membaca Qur’an

Kebanyakan asyik tidak karuan

Malu berguru tajwidnya Qur’an

Besar kepala takut teguran

RAJIN BERGURU PADA AHLINYA

Ayo hai saudara ayo hai saudari

Tuntutlah ilmu setiap hari

Jangan bermegah ke sana ke mari

Agar selamat belakang hari

RAJIN BERGURU PADA AHLINYA

Kata fakir yang mengharap rahmat Tuhan

(Khadimu Thullabin bi Nahdlatil Wathan)

Alhamdulillahi dengan sholat salam

Atas Muhammad Penghulu kullil anam

 

Wa’alihi dan Sahabatnya yang nujum

Dan (Tabi’in) dan Muslimin dengan umum

(Wa ba’du) ini terjemah Melayu

Untuk anak yang (mubtad) berguru

 

Anak Sasak Bangsaku Indonesia

Pada hukum tajwid kitab yang mulia

Diterjemah dari (nazhom) yang bernama

(Tuhfatul Athfall) kitab yang utama

 

Dinamakan (Nazhom) Batu Ngompal atas

Air otak murid rajin tidak malas

Moga-moga (nazhom) ini bermanfaat

Bagi umum di dunia (wa) akhirat

 

HUKUM NUN SUKUN DAN TANWIN

“Inilah Keterangan Segala Hukum Nun Mati dan Baris Dua / (Tanwin)”‘

Tsabit bagi nun yang mati dan (tanwin)

Empat hukum maka bacalah (tabyin)

Yang pertama hukumnya (Izhhar Halqi)

Jika datang sebelum (hurufil halqi)

 

Enam huruf yaitu (hamzun ha-`u)

(Ainun wa ha-un tsumma gainun kha`u)

Yang kedua nama hukumnya (ldghom)

Di (yarmaluna) tersusun nyata enam

 

Huruf ini (qismani) bila bertemu

(Idghom Bighunnatin) hurufnya (yanmu)

Tapi jika pertemuan di kalimah

Satu (ka shinwanin wa dunya) tertegah

 

Yang kedua (Idghom Bighairi Ghunnah)

Dalam huruf (rol) terdapat fahamlah

Ketiganya (iqlabu ‘indal baa ‘i)

Suara mim dengung sama (ikhfaa ‘i)

 

Hukum keempat dinamakan (Ikhfa’)

Pada huruf yang (baqiyah minal hija’)

Lima belas hurufnya terbilang terang

Cukup pada awal (kalim bait) yang datang

 

(Shif dza tsana kam ja da syakhshun qod sama

dum thoyyiban zid fi tuqan dlo’zho lima)

 

HUKUM MIM DAN NUN YANG BERTASYDID

“Keterangan Segala Hukum Mim dan Nun yang Bersepedu Keduanya”

(Mi-mun wa nu-nun syuddida) dengung keras

Dinamakan (Ghunnah Musyaddadah) jelas

HUKUM MIM SUKUN (Keterangan Segala Hukum Mim yang Mati)

Mim yang mati bila datang sebelum (hija)

Selainan alif katanya ‘Ulama

Maka hukumnya terdapat tiga rata

(Ikhfa `u Idghomun wa Izhharun) nyata

 

Yang pertama bernama (Ikhfa Syafawi)

Datangnya (qoblal-ba`i) terketahui

Yang kedua (idghom bi mitsliha) ada

Lah namanya (Idghom Shagir) hai pemuda

 

Yang ketiga (Izhhar) pada (baqiyyah)

(Min ahrufin) dinamakan (syafwiyyah)

Awas jangan (ikhfa) pada (wawin wafa’)

Karena dekat dan bersatu jangan lupa