Tetap Bersama Orang Yang Kita Cintai

NW Online | Rabu, 12 Rajab 1440 H / 20 Maret 2019 22:00

Perkara cinta adalah perkara yang sangat agung yang mendera setiap kalbu dan berkembang dalam setiap jiwa akan insan yang hidup dan berharap. Cinta mampu membuat gurun bersabar dalam kegersangan asal langit tak tersakiti hatinya.

Begitulah yang terjadi, berapa banyak manusia yang rela tersakiti asalkan sang tercinta mampu melenggang dalam nafas yang terburai damai, berurai kehidupan dan harum misik yang bertebaran.

Kalaulah bukan karena cinta, tak mungkin Khubaib ibn Arts rela dipukul mata pedang, kalaulah bukan karena cinta, tak mungkin juga Salman Al Farisi rela bersafar menuju hijaz hingga dijual sebagai seorang budak. Cinta mampu membuat yang terang menjadi buram, yang hitam menjadi putih, dan yang hidup menjadi mati. Berapa banyak pemenang dimedan laga jatuh bertekuk lutut hanya karena panah yang terlepas dari mata menuju hati.

Sesungguhnya setiap sungai memiliki hilir dan setiap laut memiliki muara, namun sungai cinta tak berhilir dan laut cinta tak bermuara.

Maka berikanlah cinta yang agung nan suci itu kepada orang-orang cinta kepada sang Maha Agung dan Allahpun cinta kepadanya.

Simaklah kisah seorang Badui yang hanya bermodalkan cinta bisa mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat karena begitu agungnya sebuah cinta.

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ السَّاعَةِ فَقَالَ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ وَمَاذَا أَعْدَدْتَ لَهَا قَالَ لَا شَيْءَ إِلَّا أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ قَالَ أَنَسٌ فَمَا فَرِحْنَا بِشَيْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ قَالَ أَنَسٌ فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّي إِيَّاهُمْ وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ

Dari Anas Radhiyallahu anhu, dia mengatakan bahwa ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hari kiamat. Orang itu mengatakan, ‘Kapankah hari kiamat itu wahai Rasulullah?’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam balik bertanya kepada orang tersebut, ’Apa yang telah engkau persiapkan untuk hari itu?’ Orang itu menjawab, ‘Tidak ada, hanya saja sesungguhnya saya mencintai Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.

Anas Radhiyallahu anhu (Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang meriwayatkan hadits ini) mengatakan, “Kami tidak pernah merasakan kebahagiaan sebagaimana kebahagiaan kami ketika mendengar sabda Rasulullah , ‘Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.’

Anas Radhiyallahu anhu mengatakan, ‘Saya mencintai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Abu Bakr dan Umar. Saya berharap bisa bersama mereka dengan sebab kecintaanku kepada mereka meskipun saya tidak mampu melakukan amalan yang mereka lakukan.
(HR. Bukhari)

Dalam riwayat lain dikatakan,

عن أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ بَيْنَمَا أَنَا وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَارِجَانِ مِنْ الْمَسْجِدِ فَلَقِيَنَا رَجُلٌ عِنْدَ سُدَّةِ الْمَسْجِدِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَعْدَدْتَ لَهَا فَكَأَنَّ الرَّجُلَ اسْتَكَانَ ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَعْدَدْتُ لَهَا كَبِيرَ صِيَامٍ وَلَا صَلَاةٍ وَلَا صَدَقَةٍ وَلَكِنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ قَالَ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu , beliau mengatakan, “Ketika saya dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dari masjid, kami ditemui oleh seorang lelaki di sisi masjid lalu orang itu bertanya, “Wahai Rasulullah! Kapankah hari kiamat itu tiba?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menyambut kedatangannya?” Orang itu terdiam lalu menjawab, “Untuk menyambutnya, saya tidak menyiapkan shalat yang besar, tidak juga puasa yang besar serta tidak sedekah yang besar, akan tetapi saya mencintai Allâh dan Rasul-Nya.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersada, “Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (Ibnu Rustam)
Wallahu ‘alamu bis shawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.