ARTIKELDAKWAHKAJIANKajian Fiqih

Ngapain pada Malam Nisfu Sya’ban? Ada amalan khususkah?

nwonline.or.id — Rabu, 8 April 2020

Selain memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban, kita juga sangat dianjurkan untuk menghidupkan malam sya’ban khususnya pada malam nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban). Maksud dari menghidupkan malam di sini ialah memperbanyak ibadah dan melakukan amalan baik pada malam nisfu Sya’ban.

Prof. Dr. As-Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki Al-Hasani menegaskan bahwa terdapat banyak kemuliaan di malam nisfu Sya’ban; Allah SWT akan mengampuni dosa orang yang minta ampunan pada malam itu, mengasihi orang yang minta kasih, menjawab do’a orang yang meminta, melapangkan penderitaan orang susah, dan membebaskan sekelompok orang dari neraka.

Maka, untuk menghidupkan malam nisfu sya’ban setidaknya terdapat tiga amalan yang dapat dilakukan. Tiga amalan ini disarikan dari kitab Madza fi Sya’ban karya Prof. Dr. As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani.

Pertama, memperbanyak berdo’a. Anjuran ini berdasarkan hadits riwayat Abu Bakar bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء

“(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan),” (HR Al-Baihaqi).

Kedua, memperbanyak membaca dua kalimat syahadat. Sesuai yang dikatakan oleh Sayyid Muhammad bin Alawi, beliau mengatakan,

وينبغي للمسلم أن يغتنم الأوقات المباركة والأزمنة الفاضلة، وخصوصا شهر شعبان وليلة النصف منه، بالاستكثار فيها من الاشتغال بكلمة الشهادة “لا إله إلا الله محمد رسول الله”.

Artinya:
“Seyogyanya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammad Rasululullah, khususnya bulan Sya’ban dan malam pertengahannya.”

Ketiga, perbanyak istigfar kepada Allah SWT. Sayyid Muhammad bin Alawi menjelaskan,

الاستغفار من أعظم وأولى ما ينبغي على المسلم الحريص أن يشتغل به في الأزمنة الفاضلة التي منها: شعبان وليلة النصف، وهو من أسباب تيسير الرزق، ودلت على فضله نصوص الكتاب، وأحاديث سيد الأحباب صلى الله عليه وسلم، وفيه تكفير للذنوب وتفريج للكروب، وإذهاب للهموم ودفع للغموم.

Artinya:
“Istighfar merupakan amalan utama yang harus dibiasakan orang Islam, terutama pada waktu yang memiliki keutamaan, seperti Sya’ban dan malam pertengahannya. Istighfar dapat memudahkan rezeki, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits. Pada bulan Sya’ban pula dosa diampuni, kesulitan dimudahkan, dan kesedihan dihilangkan.

Demikianlah tiga amalan utama malam nisfu sya’ban menurut Prof. Dr. Abuya As-Sayyid Muhmmad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani. Semua amalan itu memiliki dampak yang sangat baik dan penuh keberkahan bagi kita dan bagi seluruh ummat muslim.

Semoga kita termasuk dari orang-orang yang memghidupkan malam nisfu sya’ban yakni dengan terus memperbanyak amalan-amalan baik terutama dengan memperbanyak membaca do’a (qirid, dzikir, yasinan, hiziban dll), perbanyak membaca dua kalimat syahadat, memperbanyak membaca istigfar memohon ampun kepada Allah dan bacaan-bacaan lainnya.

Tags

NW Online

Situs Nahdlatul Wathan Online | NW Online, Media Resmi Nahdlatul Wathan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker