Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi menawarkan berbagai potensi investasi strategis kepada pemerintah Kanada. Langkah diplomasi ini bertujuan untuk memperluas kerja sama internasional demi mengakselerasi pengembangan ekonomi daerah.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan, kunjungan bilateral Menteri Pembangunan Internasional Kanada Randeep Sarai ke Pulau Lombok pada 10-11 Januari 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi pembangunan antara kedua belah pihak.
“Kami tadi menunjukkan potensi-potensi, dan ternyata kesimpulan beliau adalah semua potensi yang mereka cari dari Asia Pasifik itu didapatkan di sini (NTB),” kata Iqbal usai pertemuan bilateral di Mataram, Sabtu (10/1/2026).
Potensi NTB yang Ditawarkan kepada Investor Kanada
Iqbal menjelaskan secara komprehensif bahwa potensi dan arah pembangunan NTB sangat sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, ekonomi hijau, dan pembangunan inklusif. NTB dinilai sebagai wilayah strategis Indonesia dengan keunggulan komparatif dan kompetitif di berbagai sektor unggulan.
Sektor-sektor tersebut meliputi pariwisata, pertanian, peternakan, perikanan, energi terbarukan, hingga sumber daya mineral. “Seluruh potensi itu diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Iqbal.
Pariwisata sebagai Motor Ekonomi
Sektor pariwisata menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi NTB yang berkualitas dan inklusif. Saat ini, NTB memiliki 265 destinasi wisata yang terbagi menjadi:
- 171 destinasi wisata alam
- 31 wisata budaya
- 12 wisata religi
- 7 wisata buatan
- 43 wisata petualangan
Sektor ini telah menyerap 422.498 tenaga kerja, didukung oleh 4.137 tenaga kerja pariwisata bersertifikat dan 5.966 pelaku usaha pariwisata. Sebanyak 402 unit usaha juga telah tersertifikasi kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan (CHSE). Infrastruktur pariwisata ditopang oleh 1.078 hotel, terdiri dari 274 hotel berbintang dan 804 hotel non-bintang, yang tersebar di zona pariwisata seluas lebih kurang 32.808 hektare.
Hilirisasi Perikanan dan Energi Terbarukan
Di bidang perikanan, Iqbal memaparkan bahwa NTB menghasilkan 198.639 ton udang vaname dan 704.810 ton rumput laut sepanjang tahun 2024, serta berbagai komoditas unggulan seperti tuna dan cakalang. Pelabuhan perikanan strategis seperti Teluk Awang, Labuhan Lombok, Tanjung Luar, Sape, Teluk Santong, dan Soroadu menjadi pintu masuk pengembangan ekonomi biru dan hilirisasi hasil laut.
“Kami paparkan potensi hilirisasi perikanan dan penangkapan ikan, karena Kanada sangat advance di dalam penangkapan ikan terutama ikan laut dalam,” jelas Iqbal.
Selain itu, Iqbal juga mengungkapkan potensi besar sektor energi terbarukan, khususnya panas bumi dan tenaga angin, dengan kapasitas potensial 20 sampai 30 megawatt per lokasi di wilayah Hu’u, Sembalun, Sekotong, Jerowaru, dan Empang. NTB juga memiliki cadangan mineral strategis seperti tembaga, emas, perak, mangan, dan pasir besi yang telah menghasilkan produk turunan bernilai tinggi.
Apresiasi dan Fokus Kerja Sama Kanada
Menteri Pembangunan Internasional Kanada Randeep Sarai mengapresiasi sambutan dan paparan yang disampaikan oleh Pemerintah Provinsi NTB. Sarai menyatakan ketertarikannya untuk memperluas kerja sama dalam bidang energi bersih, pemberdayaan perempuan, kesehatan reproduksi, dan pendidikan, yang selama ini memang menjadi fokus program pembangunan internasional Kanada.
“Jika kebutuhan energi terpenuhi, kesehatan dan pendidikan perempuan serta anak meningkat, maka saya pikir ini bermanfaat bagi semua orang,” kata Menteri Sarai.

