Sebanyak 199 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini masih dalam tahap pembangunan. Proses ini menghadapi kendala serius terkait ketersediaan lahan, yang berpotensi menghambat target penyelesaian pada Januari 2026.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, Ahmad Masyhuri, mengungkapkan bahwa dari total gerai yang sedang dibangun, 40 persen di antaranya berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah. Sisanya tersebar di berbagai kabupaten/kota lain, dengan sebagian besar baru memulai pembangunan.
Masyhuri menjelaskan, “Dari data, ada 199 yang sedang pembangunan, 40 persen di Lombok Tengah. Yang lain baru ada 1 persen, bahkan baru mulai,” ujarnya di Mataram, Minggu (4/1/2026).
Ia mengakui bahwa target pemerintah pusat agar seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki gerai pada Januari tahun ini akan sulit tercapai. Kendala utama yang dihadapi adalah persoalan lahan.
Menurut Masyhuri, “Kendala kita di NTB sama seperti tempat lain adalah lahan. Ini yang sedang kita negosiasi-kan. Ada yang minta lahan Pemprov tapi belum ada persetujuan, punya kabupaten, punya desa belum jelas,” terangnya.
Persoalan lahan ini sedang dibahas bersama, terutama untuk memetakan ketersediaan lahan di desa yang dapat digunakan. Setiap gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih disyaratkan memiliki lahan siap pakai seluas 10 are dengan luas bangunan 600 meter persegi.
Meskipun anggaran pembangunan gerai telah tersedia melalui PT Agrinas Pangan Nusantara, Masyhuri menegaskan bahwa ketersediaan lahan menjadi kunci. “Makanya sekarang kita sedang kerja keras, karena permintaan pusat Januari, gerai sudah terbangun. Kalau anggaran untuk gerai ini sudah tersedia uang-nya melalui PT Agrinas Pangan Nusantara. Tinggal lahan-nya saja,” tegasnya.
Sementara itu, dari 1.166 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang ada di NTB, lebih dari 100 di antaranya telah memiliki gerai dan beroperasi, termasuk kantor. “Data persisnya saya lupa, tapi sudah lebih dari 100 yang miliki gerai,” kata Masyhuri.

