DAERAHNASIONALNewsNWOnline NEWSPBNW

Pesan PBNW kepada Warga Nahdliyin “Perbanyak Ibadah Bukan Berbelanja”

Pesan PBNW kepada Warga Nahdliyin "Perbanyak Ibadah Bukan Berbelanja"

nwonline.or.id – Pengurus Besar Nahdlatul Wathan, Syaikhuna Raden Tuan Guru Bajang KH.L.G. Muhammad Zainuddin Atsani menghimbau kepada para warga besar Nahdlatul Watahan dan seluruh rakyat Indonesia untuk mematuhi anjuran pemerintah pada masa pandemic Covid-19 agar tetap di rumah dan beribadah dari rumah.

PBNW menyampaikan bahwa adanya Covid-19 memiliki banyak hikmah diantaranya dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, lebih dekat dengan keluarga, dan pengetahuan tentang teknologi semakin bertambah. Hal ini disampaikan pada saat memberikan Tausiah pada Malam Nuzulu Quran, 27 Ramadan 1441 H di Pajang.

“Dengan adanya wabah Covid-19 kita harus bersyukur, karena kita dapat lebih dekat bersama keluarga, kita lebih dekat lagi bersama Allah SWT Sang Maha Pencipta yang maha menciptakan kita, kita bisa tahu teknologi. Biasanya kita mengaji secara langsung (bertatapan), mangkin (sekarang) kita ngaji secara online ” ungkap beliau.

Cucu Bapak Maulana Syeh ini juga menyingkung tentang ibadah di Masjid, menurutnya pelaksanaan Iqtikaf bisa dilakukan di rumah. Hal ini didasarkan oleh fatwa seorang ulama di Makkah yaitu Al Alamah As sayyid Al Habib Umar Al Jailani yang mengeluarkan fatwa  bahwa bisa iqtikaf di masjid dan bisa juga melaksanakan iqtikaf di rumah . Hal ini sesuai dengan jumhur para imam khusunya imam Syafi. Tuturnya.

“Guru kita di Makkah yaitu Al Alamah As sayyid Al Habib Umar Al Jailani. Alhamdulillah tiang (saya) sempat nagji ke beliau. Beliau mengeluarkan fatwa, beliau mengeluarkan pendapat. Bahwa kita  iqtikaf di masjid , kita bisa itikaf di rumah dengan cara menaruh karpet sajadah di sebuah ruangan yang berada di rumah kita, itu kita niatkan sebagai masjid, atau wakafkan sebagai masjid. Kita iqtikaf disana sama hukumnya kita beritikaf di masjid. Tapi jelas yang namanya masjid tidak bisa di masuki oleh orang yang tidak salat contohnya orang yang haid dan lain sebagainya.

RTGB juga menambahkan bahwa intinya dalam beribadah bagimana kita dapat kebih dekat dengan Allah SWT, karena menurut beliau bahwa kedekatan kepada Allah SWT mengalahkan segala-galanya, mengalahkan tempat Ibadah.

“Tapi yang terpenting menurut pandangan pribadi,  bagimmana kita bisa dekat dengan Allah SWT, karna kedekatan kita kepada Allah SWT mengalahkan segala-galanya, mengalahkan tempat ibadah”  jelas beliau.

Syaikhuna Raden Tuan Guru Bajang KH.L.G. Muhammad Zainuddin Atsani juga agar masyarakat senantiasa berhati-hati terhadap Covid-19. Jangan sampai baru mendapatkan informasi dari pemerintah mengenai Covid-19 sudah mulai menurun dan banyak yang sehat. Masyarakat akhirnya berbondong-bondong perki ke super market, Mall dan lain sebagainya.

“Satu pesan tiang (saya),  banyak yang mengatakan Covid-19 sudah menurun, hati-hati jangan sampai kembali virus itu. Jangan sampai kita berpuas hati , maka kita harus hati-hati. Ini,  waktu disebut oleh pemerintah banyak yang sehat, berbondong-bondong pergi ke super market, mall dan lain sebagainya”

Lebih tegas beliau berpesan agar pada hari ke-10 terakhir bulan Ramadan harus perbanyak ibadah. Bukan memperbanyak pergi ke Mall

“Sebenarnya di 10 malam trakhir kita harus perbanyak ibada. Bukan banyak ke mall, bukan perbanyak berdesak-desakan. Hati-hati jangan sampai jumlah yang positif melonjak begitu selesai lebaran. Hati-hati. Mari kita menahan diri, untuk apa baju yang baru, yang dilihat oleh Allah SWT adalah kesucian pakaian-pakaian kita” Pesannya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker