ARTIKEL

Puasa Tarwiyah, Haditsnya Lemah?

nwonline.or.id – Tarwiyah memiliki arti berfikir atau merenung. Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah sehari sebelum pelaksanaan wukuf bagi jamaah haji dan tata cara pelaksanaannya sama seperti pelaksanaan puasa seperti biasanya.

Adapun dasar dalil atau motivasi yang digunakan yang sering digunakan adalah sebuah riwayat hadits yang menyebutkan,

صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين

“Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun,” (HR Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnu an-Najjar).

Dikatakan bahwa status hadits ini adalah hadits dhoif (riwayatnya lemah) akan tetapi oleh ulama juga memperbolehkan mengamalkan hadits dhoif dalam kerangka fadla’ilul a’mal (memperbolehkan keutamaan) dan pada redaksi hadits ini tidak berkaitan dengan aqidah maupun hukum.

Dan untuk memperkuat dalil ini juga adalah dalil umum, hadits tentang keutamaan beramal baik pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, sebagaimana hadits yang diriwayat dari Ibnu ‘Abbas RA dalam Sunan At-Tirmidzi:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر

Artinya, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk diisi dengan ibadah sebagaimana (kesukaan-Nya pada) sepuluh hari ini,’” (HR At-Tirmidzi).

Atau sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a dalam Shahih Bukhari meriwayatkan, Rasulullah s.a.w bersabda:

   ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام يعني أيام العشر قالوا: يا رسول الله! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك شيء

Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah, daripada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya : ‘Ya Rasulullah, walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah, ‘Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian kembali tanpa membawa apa-apa.” (HR Bukhari)

Puasa ini dilaksanakan dan dianjurkan agar ummat Islam yang lain ikut merasakan akan nikmat yang sedang dirasakan oleh jamaah haji yang sedang berhaji di Tanah Suci Makkah Al-Maukarramah.

Berikut lafal niat Puasa Puasa Tarwiyah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ لِلهِ تَعَالَى

 “Aku berniat puasa sunnah Tarwiyah esok hari karena Allah SWT.”

Adapun jika tidak sempat berniat pada malam hari maka lafal niat puasa Tarwiyah pada siang hari adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ لِلهِ تَعَالَى

“Aku berniat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah SWT.”

Wallahu a’lam

 

NW Online

Situs Nahdlatul Wathan Online | NW Online, Media Resmi Nahdlatul Wathan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker