CoronaDAERAHNews

Sebar Hoax Corona, Pelaku asal Lombok Tengah Ditangkap

Pelaku Penyebar Hoax Corona Asal Lombok Tengah Ditangkap

Pelaku penyebar hoax soal Coronavirus COVID-19 asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat ditangkap polisi.

Pelaku adalah pria berinisial SB alias EP (19 tahun) asal Dusun Dasan Kuah, Desa Bebuak, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, mengatakan pelaku melalui akun Facebook bernama Kecill Oi membagikan posting berisi tiga korban Corona di Lombok Tengah.

“Assalamualaikum wr wb…
Hati” untuk teman” semuanya virus corona sudah sampai Lombok kalok keluar jangan lupa pake masker tadi udah ada 3 korban di Lombok di desa Aik bual yang kena virus corona langsung di bawa ke rumah sakit di
Terara langsung dibawa ke rumah sakit selong, di Sukadana udah ada satu korban meninggal dunia dan semoga virus corona cepat hilang amin” mohon sebarkan kepada teman” yang lain agar semua tau
Wassalmualaikum wr wb…,” bunyi status pelaku.

Akibat posting tersebut, netizen ramai-ramai membagikan status tersebut.

“Yang bersangkutan melakukan penyebaran hoax tentang virus Corona yang saat ini,” kata Kombes Pol Artanto, Sabtu, 21 Maret 2020.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap pelaku. Pelaku diamankan di rumahnya di Desa Bebuak, Kecamatan Kopang.

Dijelaskan, pelaku mendapat pesan hoax melalui SMS oleh orang tak dikenal pada 7 Maret 2020. Dia kemudian pada Minggu, 8 Maret 2020 membagikan melalui akun Facebook.

“Motivasi yang bersangkutan menerima SMS dari orang lain, setelah diterima dan dimasukkan ke Facebook. Seakan-akan dia lebih tahu padahal hoax,” ujarnya.

Polisi menyita ponsel jenis Samsung milik pelaku dan tangkapan layar posting hoax yang dibagikan pelaku. Pelaku kemudian dijerat Pasal 28 ayat (1) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Ancaman maksimal 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp1 miliar,” katanya.

Meskipun demikian, pelaku kini masih menjalani wajib lapor di kepolisian. “Yang bersangkutan wajib lapor. Tidak ditahan, tapi proses tetap berlanjut,” ujarnya.

Sementara polisi hingga kini masih menelusuri sumber SMS berisi hoax soal Corona. (KoranNTB)

NW Online

Situs Nahdlatul Wathan Online | NW Online, Media Resmi Nahdlatul Wathan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker