Nahdlatul WathanUncategorized

SELAMAT JALAN MASYAIKH TERCINTA

SELAMAT JALAN MASYAIKH TERCINTA TGH. HILMI NAJAMUDDIN

Oleh: Ust. Abdul Manan Marda

Kemuliaan dan keistimewaan layak engkau sandang oleh karena sepanjang usia terisi dengan pengabdian untuk perjuangan menegakkan agama Allah mewarnai kehidupanmu wahai Masyaikh tercinta. Kini kau menutup usia itu bergelimang penuh kemuliaan juga. Apa yang telah engkau dedikasikan untuk agama Allah yang agung ini menjadi bekal terbaik yang akan engkau bawa pulang menghadap Ilahi Robbi.

Saat kabar duka itu viral mengisi jagat maya, tersentaklah nurani ini oleh rasa kehilangan yang begitu mendalam. Terbayang engkau sedang memberi fatwa dan tausyiah dihadapan ribuan murid-muridmu yang setia. Sejak zaman Maulana masih hayat, kau tunjukkan loyalitas kelas atas membersamai warga nahdiyyin dan kaum muslimin mencintai perjuangan iman taqwa, lewat wadah Nahdlatul Wathan turut menggerakkan pendidikan sosial dan dakwah untuk agama dan bangsa.

Guru tercinta…. masih segar dalam ingatan betapa sejuk mendengarkan setiap untaian nasihat dan amanat manakala engkau memandu bimbingan kajian tafsir di majlis mahasantri Ma’had Darul Qur’an Wal-Hadits. Betapa mengesankan setiap pesan-pesan kebaikan itu engkau hidangkan dengan suguhan bahasa yang paling lembut namun menghunjam ke sanubari. Tak pernah hilang dari ingatan bagaimana cermat engkau bumbui pesan-pesan akhirat itu dengan humor-humor mendidik yang menyegarkan, yang sulit bagi para tullab untuk ngantuk mengikuti kajian tafsirmu.

Ucapan Bela Sungkawa dari PB NW

Guru penyejuk qolbu…. kau beri kami tauladan yang begitu memikat di akhir-akhir hayatmu. Meskipun engkau berada di atas kursi roda karena dalam keadaan yang terbatas sekalipun, engkau tetap bersemangat hadiri majlis ilmu memberi pencerahan dan pembekalan untuk para pemburu barokah dan nasihat agama. Kau tunjukkan kami aksi yang begitu berkesan seakan engkau bilang sama kami-kami muridmu, hendaknya kalian terus berjuang dan terus belajar dalam keadaan suka duka, manis maupun pahit, bahkan sampai akhir ajal menjemput.

Guru belahan jiwa… doa-doa terbaik muridmu mengiringi perpisahanmu dengan dunia. Karena itulah kado terindah yang layak engkau terima atas segala kebaikan dan kesetiaanmu membimbing ummat dan masyarakat. Engkau gelorakan dihati kami semangat mencintai perjuangan Bapak Maulana, engkau tak pernah berpaling dari garis perjuangan sedikitpun. Meskipun tak sedikit pahitnya ujian yang engkau rasakan.

Duhai Sang Penguasa Jagat Raya, Sang Pencipta dan Yang Maha Perkasa, Sang Maha Penyayang dan Maha Pengampun, Tuhan pemilik sorga dan neraka, Tuhan pemilik nama-nama paling indah, ijinkan hamba memberi saksi, betapa guru kami Al-marhum Tuan Guru Haji Hilmi Najamuddin adalah hamba-Mu yang benar-benar cinta dan setia memperjuangkan agama-Mu. Beliau guru kami yang ihlas dan istiqomah berada di jalan da’wah, begitu tangguh dan patuh pada setiap wasiat gurunya yaitu Bapak Maulanasyaikh, dalam melanjutkan estafet perjuangan yang diteruskan oleh zurriyyatnya.

Duhai Yang Maha menggenggam urusan Makhluk-Nya, duhai Tuhan Pemilik Arasy, Raja di Raja dunia akhirat, hamba mohon ampuni guru hamba, anugerahi dia indahnya husnul khotimah, curahkan rahmat-Mu untuknya, beri ia sambutan terbaik disisi-Mu. Berilah dia kemuliaan dan keistimewaan, sebagaimana ia telah memuliakan dan mengistimewakan agama-Mu. Taburi alam kuburnya dengan cahaya dan harumnya wangi-wangian, karena selama hidupnya ia telah menebarkan cahaya ilmu dan mengharumkan perjuangan Iman Taqwa.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ ُالْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّی الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ ُدَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Ya Allah, ampunilah dia, belas kasihanilah dia, hapuskanlah dan ampinulah dosa-dosanya, muliakan tempatnya (surga) dan luaskanlah kuburannya. Basuhkanlah kesalahan-kesalahannya sampai bersih sebagaimana bersihnya kain putih dari kotoran.”

“Gantikanlah rumah lebih baik daripada rumahnya yang dulu, keluarganya lebih baik daripada keluarganya yang dulu; dan masukkanlah ia ke dalam surga dan jauhkanlah ia dari siksa kubur dan siksa api neraka.”

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker