ARTIKEL

RAUHUN PEPADUNGKU, RAIHANUN PEPADUNGKU DAIT PEPADU DATOK ABDUL MADJID

nwonline.or.id — 3 Alasan kenapa Ummuna Hj. Sitti Raihanun ZAM diberikan gelar pepadu Abdul Madjid.

Dalam kutipan pengajian umum yang disampaiakan oleh TGH. Muzayyin Shobri ketika mengisi arena Pengijazahan do’a hari kedua yang bertempat di Jln. Pejanggik no. 58 Pajang Timur Mataram. Beliau menceritakan pengalamannya dahulu ketika mengaji di hadapan Maulana Syaikh yakni ketika beliau dicertikan oleh Maulana Syaikh alasan Ummuna Hj. Sitti Raihanun disebut sebagai pepadungku (Maulana Syaikh) dan pepadu Abdul Madjid. Ada tiga alas an yang beliau uraikan :

Pertama, Karena Ummuna Hj. Siti Raihanun terlahir dari seorang ibu yang dipilihkan langsung oleh kepada Maulana Syaikh oleh Datok Abdul Madjid.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Ummi dari Ummuna Hj. Sitti Raihanun yakni Ummi Hj. Rahmatullah Binti Hasan adalah sosok wanita yang di pinangkan langsung oleh datok Abdul Madjid sebagai istri Maulana Syaikh. Dalam riwayat cerita yang di sampaikan oleh TGH. Lalu Anas Hasyri beliau mencertikan bahwa dahulu ketika ditawarkan oleh datok Abdul Madjid, Maulana Syaikh saat itu sedang mengisi pengajian di Musholla Al-Abror Pancor, ditengah pengajian datanglah mamiq beliau datok Abdul Madjid dan secara langsung menawarkan kepada Maulana Syaikh bahwa beliau akan meminangkan seorang wanita untuk menjadi istri Maulana Syaikh. Sempat bapak Maulana Syaikh terdiam dengan tawaran yang di berikan oleh mamiq beliau, akan tetapi datok Abdul Madjid terus memaksa supaya di iyakan, dan pada akhirnya Maulana Syaikh mengiyakan permitaan Mamiqnya tersebut.

Wanita tersebut adalah Ummi Hj. Rahmatullah Binti Hasan, dari rahim beliaulah ummuna Hj. Sitti Raihanun dilahirkan. Dicertikan bahwa beliau adalah seoarang wanita yang disebut oleh Maulana Syaikh sebagai wanita yang taat dan rajin beribadah, dicertikan juga bahwa beliau adalah seorang wanita yang setiap harinya mengerjakan sholat tasbih, wird surat Al-Ikhlas sebanyak 1000x di malam jum’at, beliau juga tetap istiqomah setiap bulan menamatkan 30 juz bacaan Al-Qur’an.

Inilah sebab pertama kenapa Ummuna Hj. Sitti Raihanun di berikan gelar oleh Maulana Syaikh sebagai pepadu Datok Abdul Madjid.

Kedua, Karena Ummuna Hj. Sitti Raihanun tidak pernah mengenal lelah. Ummuna Hj. Sitti Raihanun adalah sosok pejuang perempuan yang tak pernah mengenal lelah, terbukti dalam prestasi beliau memimpin Nahdlatul Wathan selama empat periode telah berhasil mengantarkan cita-cita besar Bapak Maulana Syaikh yakni mendirikan Madrasah Nahdaltul Wathan dengan jumlah ribuan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Diceritakan bahwa dahulu ketika Bapak Maulana Syaikh masih hayat pernah berharap supaya Madrasah NW berjumlah ribuan tersebar diseluruh pelosok Indonesia, namun di akhir hayat beliau, beliau hanya mampu mendirikan kurang lebih 700 madrasah yang tersebar di berbagai provinsi. Cita-cita inilah yang dilanjutkan oleh Ummuna Hj, Sitti Raihanun, berjuang tanpa kenal lelah menyebarkan Nahdlatul Wathan sampai keseluruh pelosok Nusantara. Dan saat ini cita-cita besar Maulana Syaikh tersebut telah terwujud yakni dengan tersebarnya Madrasah NW di lebih dari 25 Provinsi seluruh Indonesia dan telah berhasil mendirikan Madrasah seabanyak kurang lebih 800 madrasah yang menggenapkan cita-cita Maulana Syaikh supaya madrasah NW berjumlah ribuan tersebar di seluruh Indonesia. Perjuangan inilah yang membuat Ummuna juga diberikan gelar Al-Mujahidah oleh salah satu Ulama besar dari Makkah Al-Mukarromah Syaikh Ayyub Al-Abkar.

Semangat pantang menyerah dan tak kenal lelah inilah yang menyebabkan Maulana Syaikh menyebut Ummuna Hj. Siti Raihanun sebagai pepadungku dait Pepadu Abdul Madjid, sebagaimana dalam ungkapan beliau “Rauhun Pepadungku Raihanun pepadungku dait pepadu Abdul Madjid”.

Semangat ini juga sudah tergambar jelas dari Ummuna Hj. Sitti Raihanun sejak dahulu, ketika beliau membuktikan pengabdian beliau menjenguk Maulana Syaikh tiga kali dalam sehari dari pajang Mataram, menuju Pancor Lombok Timur. Statement Maulana Syaikh yang masyhur dalam kejadian ini adalah “Lamun sik deket jak jarangne metean, sik jaok jak tetepna”
Ketiga, Karen tidak pernah mengecewakan Maulana Syaikh.

Alasan selanjutnya kenapa Ummuna Hj. Sitti Raihanun di berikan gelar Pepadu Datok Abdul Madjid Karen beliau sedikitpun tidak pernah mengecewakan Maulana Syaikh. Terbukti bahwa saat ini tradisi Nahdlatul Wathan yang dirintis oleh Maulana Syaikh tergambar jelas pada masa kepemimpinan beliau sebagai Pengurus Besar Nahdlatul Wathan, tidak ada satupun yang dirubah oleh beliau, bahkan beliau tetap eksis dalam mensyi’arkan apa yang memang telah diwariskan oleh Maulana Syaikh. Baik dalam pengajian umum, tradisi baik pengajian tahunan, dan semua jenis kegiatan yang dahulu terjadi di Zaman Maulana Syaikh tidak ada yang berubah sampai saat ini dan masih bisa dirasakan di bawah kepemimpinan Ummna Hj. Sitti Raihanun, yang saat ini dilanjutkan oleh putra beliau Raden Tuan Guru Bajang K.H. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani, Lc., M.Pd.I.

Inilah yang diharapkan oleh Maulana Syaikh bahwa Nahdlatul Wathan harus tetap eksis menyebarkan syi’ar-syi’ar agama melalui konsep Ke-Nahdltul Wathan-an yang beliau ajarkan sampai akhir dunia.

(Catatan pengajian TGH. Muzayyin Shobri, M.Pd, ketika mengisi arena Pengijazahan do’a hari kedua yang bertempat di jl. Pejanggik no. 58 Pajang, Mataram)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker