NW ONLINE – Lombok Timur, Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Nahdlatul Wathan (NW) Lombok Timur resmi beralih status menjadi Universitas Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan (UIH NW). Surat Keputusan (SK) alih status dari Kementerian Agama (Kemenag) RI diserahkan pada Rabu (21/10/2026), bertepatan dengan Peringatan Haul ke-29 pendiri NW, Pahlawan Nasional Maulana Syekh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
Acara berlangsung di lapangan Ummuna Hj. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid, Desa Anjani, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur.
SK diserahkan secara simbolis oleh perwakilan Kemenag RI, Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., kepada Rektor UIH NW yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), Dr. TGKH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani, Lc., M.Pd.I. Penyerahan disaksikan para wakil rektor dan jajaran dekanat.
Dalam sambutannya, Gugun menyampaikan salam dari Menteri Agama kepada para ulama, zuriah pendiri NW, dan ribuan santri yang hadir. Ia menyebut alih status ini sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia keagamaan.
“Komitmen Kementerian Agama, Bapak Menteri Agama, dan Presiden adalah satu, yakni elevating human capital, meningkatkan sumber daya manusia. Alhamdulillah, hari ini janji kita telah tuntas menyerahkan KMA peningkatan dari institut menjadi universitas,” ujar Gugun.
Menurut Gugun, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras para dosen, ustaz, dan kiai, mengingat proses verifikasi akademik untuk menjadi universitas berlangsung ketat dan panjang.
Dengan status baru ini, UIH NW dapat menerima mahasiswa lintas daerah maupun internasional serta membuka program studi umum. Gugun juga menyampaikan sejumlah program yang akan didukung Kemenag, antara lain beasiswa riset ke Amerika Serikat bagi santri berprestasi, penugasan muazin ke Qatar, dan kolaborasi pengajar internasional di Lombok Timur.
Perjalanan 49 Tahun
Sementara itu, Rektor UIH NW Dr. TGKH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani yang akrab disapa Maulana Hamzanwadi II menyampaikan rasa syukur atas alih status tersebut. Ia menuturkan, lembaga pendidikan tinggi ini dirintis Maulana Syekh sejak 1977 dan telah melalui beberapa perubahan bentuk, dari sekolah tinggi, institut, hingga kini menjadi universitas.
“Penantian panjang ini menempuh waktu 49 tahun. Alhamdulillah, cita-cita lama pendirinya, Maulana Syekh, hari ini bisa sama-sama kita wujudkan,” kata Zainuddin Atsani, Rektor UIH NW.
Ia menjelaskan, nama Universitas Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan dipertahankan karena Hamzanwadi merupakan nama dan panggilan perjuangan Maulana Syekh, sedangkan Nahdlatul Wathan adalah organisasi perjuangan yang beliau dirikan untuk berkhidmat bagi agama, nusa, dan bangsa.
Ke depan, Rektor UIH NW meminta seluruh civitas akademika segera mempercepat pembenahan dan tidak cepat berpuas diri.
“Civitas akademika UIH NW, saya minta untuk berlari, bukan berjalan. Saya beri waktu sampai bulan Mei untuk menuntaskan seluruh tahapan peningkatan mutu fakultas, akreditasi, dan program studi agar semuanya berstatus unggul, sebelum kita mengajukan program studi umum,” tegasnya.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama. (Nanta)
