NW ONLINE – Lombok Timur, Puluhan ribu santri kelas akhir dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan organisasi Nahdlatul Wathan (NW) se-Kabupaten Lombok Timur memadati pusat kegiatan di Anjani pada Senin (26/1). Kehadiran massa santri ini bertujuan untuk mengikuti prosesi Pengijazahan Doa Tahap Pertama sebagai persiapan menghadapi ujian akhir.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari nilai Roja’ atau pengharapan, sekaligus wujud penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Pengijazahan doa dipandang sebagai langkah batiniah yang krusial setelah para santri menempuh seluruh ikhtiar lahiriah melalui proses belajar di sekolah masing-masing.

Warisan Tradisi Mulia (Uswatun Hasanah)

Tradisi pengijazahan doa ujian ini merupakan warisan langsung dari pendiri Nahdlatul Wathan, Almagfurulah Maulanasyaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Sejak masa hayat beliau, tradisi ini terus dijaga ketat sebagai identitas dan kekuatan spiritual santri NW. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memohon ketenangan jiwa serta keberkahan ilmu agar para santri diberikan kemudahan dalam menjawab soal-soal ujian.

Mengenal Tradisi Doa Ujian di Nahdlatul Wathan

  Perwakilan Khusus Nahdlatul Wathan Mesir Gelar Rapat Koordinasi Bersama Ketua Umum dan Sekjen PB Nahdlatul Wathan

Terdapat beberapa poin utama yang menjadi esensi dari tradisi doa ujian di lingkungan Nahdlatul Wathan:

  1. Penyambung Sanad Spiritual: Doa yang diberikan memiliki ijazah atau izin khusus yang sanadnya tersambung langsung secara spiritual hingga kepada pendiri organisasi.

  2. Keseimbangan Lahir dan Batin: Pendidikan di NW menekankan bahwa kecerdasan intelektual harus dibarengi dengan kebersihan hati agar ilmu yang diperoleh mendatangkan manfaat bagi masyarakat luas.

  3. Tradisi Kolektif: Prosesi yang dilakukan secara berjamaah ini juga berfungsi memperkuat tali ukhuwah atau persaudaraan antar santri dari berbagai lembaga pendidikan yang bernaung di bawah organisasi tersebut.

Fakta Mengenai Organisasi Nahdlatul Wathan

Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar, Nahdlatul Wathan memiliki rekam jejak yang signifikan dalam sejarah Indonesia:

  • Makna Nama: Nama Nahdlatul Wathan secara harfiah memiliki arti “Kebangkitan Tanah Air”. Hal ini merefleksikan visi organisasi yang menyatukan nilai keagamaan dengan semangat nasionalisme sejak berdiri.

  • Profil Pendiri: Tokoh pendiri NW, TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (Hamzanwadi), telah resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia atas jasa besarnya di bidang pendidikan dan perjuangan kemerdekaan.

  • Jaringan Pendidikan: Saat ini, Nahdlatul Wathan mengelola ribuan madrasah, sekolah, dan perguruan tinggi yang tersebar di berbagai pelosok nusantara hingga ke luar negeri.

  • Tradisi Hiziban: Salah satu identitas khas jamaah NW adalah pembacaan Hizib Nahdlatul Wathan, sebuah kumpulan doa dan selawat yang disusun oleh Maulanasyaikh untuk keselamatan agama, bangsa, dan negara.

50% LikesVS
50% Dislikes