عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ : أَجْوَعُ النَّاسِ: طَالِبُ الْعِلْمِ، وَأَشْبَعُهُمُ الَّذِي لَا يَبْتَغِيهِ

Artinya:”Manusia yang paling lapar adalah pencari ilmu, dan manusia yang paling kenyang adalah orang yang tidak mencarinya.”

Sifat Thalibul Ilmi (Penutut Ilmu berdasarkan Hadits Tersebut)Kenapa dikatakan “Paling Lapar”?

أجوع الناس طالب العلم

Seorang penuntut ilmu sejati itu tidak pernah kenyang. Ini ada 3 makna lapar:

a. Lapar Intelektual (الجوع العقلي):
Semakin banyak dia belajar, semakin dia merasa bodoh. Seperti minum air laut, semakin diminum semakin haus. Seorang alim sejati ketika ditanya, dia akan berkata “Wallahu A’lam, saya belum tahu”, sedangkan orang bodoh merasa sudah tahu segalanya.

Imam Syafi’i berkata:

وَإِذَا مَا ازْدَدْتُ عِلْمًا … زَادَنِي عِلْمًا بِجَهلِي
“Setiap kali ilmuku bertambah, maka bertambah pula pengetahuanku tentang kebodohanku.”

b. Lapar Fisik (الجوع الجسدي):
Secara sunnatullah, orang yang sibuk menuntut ilmu memang sering lapar secara fisik. Waktunya habis untuk membaca, meneliti, menghafal, sehingga lupa makan. Kisah Imam Nawawi, Imam Bukhari, mereka sering hanya makan sedikit karena sibuk dengan ilmu.

c. Lapar Ruhiyah (الجوع الروحي):
Ilmu adalah makanan ruh. Ruh yang sudah merasakan nikmatnya ilmu tidak akan pernah puas. Sama seperti perut yang sudah merasakan makanan enak, dia akan terus mencarinya.

Sedangkan Makna:

وأشبعهم الذي لا يبتغيه

“Dan yang paling kenyang adalah yang tidak mencarinya.”

Orang yang tidak mencari ilmu, dia merasa sudah kenyang, sudah pintar, sudah hebat. Padahal itu adalah kenyang yang palsu, kenyang yang mematikan.
Seperti layaknya sebuah balon yang penuh angin, terlihat besar tapi kosong. Inilah penyakit Syaba’ul Jahl – Kenyang karena kebodohan.

Dia tidak mau mengaji, tidak mau membaca, tidak mau hadir di majelis. Ketika dinasihati dia berkata: “Saya sudah tahu, saya sudah kenyang.”

Padahal kenyangnya itu adalah tanda kebinasaannya.

Kesimpulan

Hadits hikmah ini mengajarkan kita:

> Jadilah orang yang lapar selamanya dalam ilmu, dan jangan pernah merasa kenyang.*

Karena jika merasa sudah kenyang dari ilmu, saat itulah kita akan selama nya dalam kebodohan.

Rasulullah ﷺ yang sudah dijamin surga dan keilmuan nya, masih tetap berdoa setiap hari:

اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي وَزِدْنِي عِلْمًا

“Ya Allah, berikan manfaat dari ilmu yang Engkau ajarkan kepadaku, ajarkan aku ilmu yang bermanfaat bagiku, dan tambahkanlah ilmu kepadaku.”

Wallahu a’lam bissoab