NW ONLINE – Lombok Timur — Sekitar 10 ribu jamaah diperkirakan akan menghadiri Dzikrol Hauliyah ke-61 Ma’had Darul Qur’an wal-Hadits (MDQH) Al-Majidiyyah As-Syafi’iyyah Nahdlatul Wathan (NW) Anjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Mereka terdiri dari thullab dan tolibat baru, thullab dan tolibat yang akan tamat, serta jamaah Nahdlatul Wathan dari berbagai daerah yang akan turut hadir meramaikan rangkaian Dzikrol Hauliyah ke-61.
Dzikrol Hauliyah merupakan acara puncak peringatan milad atau hari ulang tahun MDQH Al-Majidiyyah As-Syafi’iyyah NW Anjani. Kegiatan ini menjadi salah satu tradisi yang diwariskan oleh pendiri NW, Almaghfurlah Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
Ketua Panitia Dzikrol Hauliyah ke-61, Muhammad Faisal Hamzah, menyampaikan bahwa seluruh thullab dan tolibat diharapkan dapat menghadiri dan meramaikan rangkaian kegiatan tersebut. Kehadiran tidak hanya diperuntukkan bagi santri, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum dan jamaah NW.
“Harapan kami kepada thullab dan tolibat untuk menghadiri acara kita, karena ini adalah tradisi yang ditinggalkan oleh guru besar kita. Bagaimana cara kita menghadiri acara ini dengan sepenuhnya atau sebanyak-banyaknya,” ujar Muhammad Faisal Hamzah.
Ia menyebutkan, jumlah peserta yang diperkirakan hadir mencapai sekitar 10 ribu orang. Jumlah tersebut berasal dari thullab dan tolibat yang akan tamat, santri baru, orang tua dan keluarga santri, serta jamaah Nahdlatul Wathan.
“Yang tamat tahun ini sekitar 1.500-an, sedangkan thullab dan tolibat yang akan masuk tahun ini sekitar 1.000-an. Kalau dikalkulasikan dengan thullab baru, thullab yang lulus dan orang tuanya, insya Allah 10.000,” katanya.
Selain para thullab, tolibat dan jamaah NW, sejumlah tokoh dan pejabat juga dijadwalkan menghadiri acara tersebut. Di antaranya Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, M.Hub.Int., Anggota DPR RI Dapil NTB II Hj. Lale Syifaunnufus, M.Farm., Lale Yaqutunnafis, serta Syaikh dari Makkah Syaikh Mustafa At-Tilimsani. Turut dijadwalkan hadir Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), Maulanasyaikh Dr. TGKH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani.
Menurut Muhammad Faisal Hamzah, Dzikrol Hauliyah ke-61 bukan sekadar menjadi momentum peringatan milad ma’had, tetapi juga bagian dari pelestarian tradisi keilmuan yang diwariskan oleh Maulana Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, panitia menyiapkan sejumlah agenda, di antaranya cukuran massal bagi thullab dan tolibat serta pengijazahan kitab bagi para mutaharijin dan mutaharijat atau santri yang telah menyelesaikan pendidikan.
Cukuran massal dan pengijazahan kitab akan dilaksanakan terlebih dahulu pada Rabu, 26 Agustus 2026, sehari sebelum acara puncak Dzikrol Hauliyah.
Pengijazahan tersebut mencakup sejumlah kitab keislaman, termasuk kitab tafsir dan kitab-kitab lainnya. Prosesi pengijazahan menjadi salah satu pembeda antara tradisi Dzikrol Hauliyah di ma’had dengan kegiatan wisuda pada umumnya.
“Kalau di ma’had biasanya ada pembacaan kitab dan cukuran. Itu bedanya,” jelasnya.

Sementara itu, acara puncak Dzikrol Hauliyah ke-61 dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Setelah rangkaian Dzikrol Hauliyah, agenda berikutnya adalah ziarah ke makam para waliyullah dan ulama di Pulau Lombok. Di antara lokasi yang akan menjadi tujuan ziarah yakni Makam Selaparang di Lombok Timur serta makam para ulama yang berada di sekitar kompleks Masjid Kuno Bayan Beleq di Desa Bayan, Lombok Utara. Di kompleks Masjid Kuno Bayan Beleq tersebut terdapat sejumlah makam tokoh ulama yang menjadi bagian dari situs bersejarah tersebut.
Muhammad Faisal Hamzah mengajak seluruh thullab, tolibat, alumni, keluarga santri, jamaah Nahdlatul Wathan, serta masyarakat umum untuk turut hadir dan memeriahkan Dzikrol Hauliyah ke-61 Ma’had NW Anjani.
Dengan estimasi kehadiran mencapai sekitar 10 ribu jamaah, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi keilmuan dan perjuangan NW di tengah masyarakat. (nanta)
