NW ONLINE – Lombok Timur — Perguruan Tinggi Ma’had Darul Qur’an wal Hadits (MDQH) Al-Majidiyah As-Syafi’iyah Nahdlatul Wathan (NW) Anjani menggelar cukuran massal bagi thullab baru sekaligus Pengijazahan Kitab bagi calon mutakharrijin dan mutakharrijat ke-61, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Majlis Dakwah Hamzanwadi II, Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani, Lombok Timur, tersebut merupakan rangkaian praacara menuju puncak Dzikrol Hauliyah ke-61 MDQH NW Anjani.
Ketua Panitia Dzikrol Hauliyah ke-61, Muhammad Faisal Hamzah, mengatakan cukuran massal tersebut merupakan bagian dari tradisi yang diwariskan oleh pendiri Nahdlatul Wathan, Almaghfurlah Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
“Praacara untuk menuju hari H, tradisi yang ditinggalkan oleh guru besar kita,” ujar Muhammad Faisal Hamzah.
Cukuran massal tersebut diikuti sebanyak 976 thullab baru. Tradisi ini menjadi bagian dari persiapan para santri sebelum memulai pendidikan di MDQH NW Anjani.
Syaikhul Ma’had yang juga Amidul Ma’had, Dr. TGKH. Muhammad Zainuddin Atsani, menjelaskan bahwa cukuran merupakan tradisi yang telah ditinggalkan oleh pendiri MDQH NW Anjani sejak awal berdirinya ma’had.
Menurutnya, tradisi tersebut dimaksudkan agar thullab baru yang akan menuntut ilmu dapat memulai pendidikan dalam keadaan bersih, baik secara lahir maupun batin.
“Ini adalah tradisi pendiri Ma’had, Ninikda Maulanasyaikh, dan tetap kita lestarikan dengan niat semoga kebersihan lahir ini berdampak pada kebersihan batin dalam menuntut ilmu di Ma’had,” ujarnya.
Selain cukuran massal, kegiatan juga dirangkaikan dengan pengijazahan kitab bagi calon mutakharrijin dan mutakharrijat. Kitab yang diijazahkan berkaitan dengan tafsir dan hadis.
Dalam rangkaian pengajian, pembacaan tafsir disampaikan oleh Muhammad Nurul Hadi, sedangkan pembacaan hadis menggunakan kitab Sabilarrosyad. Adapun kitab yang dibaca yakni Tafsir Showi dan Ibanatul Ahkam.
Dalam kesempatan tersebut, Syaikh Musthofa turut memberikan pengajian kepada para thullab dan mutakharrijin. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kebaikan yang perlu terus dijaga.
Ia juga berpesan kepada para santri agar tidak berhenti menuntut ilmu meskipun telah menyelesaikan pendidikan di ma’had. Menurutnya, ilmu tidak mengenal istilah tamat dan harus terus diamalkan dalam kehidupan.
“Kalian sudah belajar di sini, sudah belajar tafsir, hadis dan kitab-kitab lainnya. Ilmu itu tidak ada istilah tamat karena ilmu itu sama dengan napas yang keluar masuk. Amalkan ilmunya dan berjuang terus,” pesannya.
Pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan sejumlah kepanitiaan. Panzik bertugas mempersiapkan seluruh rangkaian acara, sedangkan Pantasy bertugas menyiapkan konsumsi dan berbagai kebutuhan pendukung lainnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Baiat Barisan Hizbullah bagi calon mutakharrijin dan mutakharrijat yang dipimpin oleh Amidul Ma’had sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), Dr. TGKH. Muhammad Zainuddin Atsani.
Sebanyak 1.175 santri tercatat menerima Ijazah Barisan Hizbullah dengan Kayfiyat Sholatunnahdlatain dalam rangkaian tersebut.
Kegiatan cukuran massal dan pengijazahan kitab ini turut dihadiri para masyayikh, termasuk masyayikh dari Makkah. Kehadiran para masyayikh menjadi bagian dari rangkaian Dzikrol Hauliyah ke-61 yang puncaknya akan dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Melalui rangkaian tersebut, thullab baru diharapkan dapat memulai pendidikan dengan semangat baru, sementara para calon mutakharrijin dan mutakharrijat diharapkan mampu mengamalkan ilmu yang telah diperoleh serta melanjutkan perjuangan dakwah di tengah masyarakat. (nanta)
Sumber: Wawancara Muhammad Faisal Hamzah, Ketua Panitia Dzikrol Hauliyah ke-61.
