NW ONLINELOMBOK TIMUR — Rangkaian Dzikrol Hauliyah ke-61 Ma’had Darul Qur’an wal-Hadits (MDQH) Al-Majidiyah As-Syafi’iyah Nahdlatul Wathan (NW) Anjani tidak hanya dipersiapkan oleh panitia pelaksana utama. Di balik rangkaian kegiatan tersebut, terdapat Panitia Tasyakuran atau Pantasy yang memiliki tugas khusus dalam mempersiapkan agenda bagi calon mutaharrijin dan mutaharrijat angkatan ke-61.

Anggota Pantasy, Kholqi, menjelaskan bahwa Pantasy merupakan singkatan dari Panitia Tasyakuran. Kepanitiaan ini secara khusus menangani berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan calon mutaharrijin dan mutaharrijat yang akan menyelesaikan pendidikan di MDQH NW Anjani.

“Pantasy merupakan singkatan dari Panitia Tasyakuran. Perannya pada acara ini adalah mengurus pendataan mutaharrijin dan mutaharrijat angkatan 61 serta mempersiapkan acara tasyakuran, pengijazahan kitab dan ziarah makam,” jelas Kholqi.

Ia menerangkan, keberadaan Pantasy memiliki cakupan tugas yang lebih luas. Tidak hanya mengurus pelaksanaan tasyakuran, panitia juga bertanggung jawab mengkoordinasikan berbagai kebutuhan calon lulusan selama rangkaian kegiatan Dzikrol Hauliyah ke-61.

Menurutnya, Pantasy turut mengoordinasikan penyusunan agenda, pembuatan poster, hingga menyiapkan sejumlah atribut bagi calon mutaharrijin dan mutaharrijat.

“Fungsi dari Pantasy sebenarnya bukan hanya sekadar itu. Kami bertugas mengoordinir pembuatan agenda, membuat poster, rompi Hizbullah dan almamater yang dikalkulasikan menjadi atribut, kemudian dibagikan kepada calon mutaharrijin dan mutaharrijat yang akan tamat sesuai dengan jadwal domisili,” ujarnya.

Peran tersebut sekaligus menjadi pembeda antara Pantasy dengan Panitia Dzikrol (Pandzik). Jika Pandzik bertanggung jawab terhadap persiapan dan pelaksanaan rangkaian acara Dzikrol secara keseluruhan, Pantasy lebih berfokus pada kebutuhan calon mutaharrijin dan mutaharrijat, khususnya dalam agenda tasyakuran, pengijazahan kitab, hingga ziarah makam.

Rangkaian tersebut menjadi bagian penting dari Dzikrol Hauliyah ke-61 yang merupakan puncak peringatan milad MDQH Al-Majidiyah As-Syafi’iyah NW Anjani.

Selain agenda bagi calon lulusan, rangkaian Dzikrol 61 juga diisi dengan berbagai kegiatan bagi thullab dan tolibat baru. Salah satunya adalah cukuran massal yang dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026, sehari sebelum acara puncak Dzikrol Hauliyah.

Sebanyak 976 thullab baru mengikuti prosesi cukuran massal tersebut. Tradisi ini merupakan warisan yang ditinggalkan oleh pendiri MDQH NW Anjani, Almaghfurlah Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

Sementara itu, calon mutaharrijin dan mutaharrijat juga mengikuti pengijazahan kitab yang menjadi bagian dari tradisi keilmuan di MDQH NW Anjani. Kitab yang dipelajari dan dibaca dalam rangkaian tersebut di antaranya Tafsir Showi dan Ibanatul Ahkam, dengan kajian tafsir dan hadis.

Rangkaian bagi calon lulusan kemudian dilengkapi dengan Baiat Barisan Hizbullah. Sebanyak 1.175 santri tercatat menerima Ijazah Barisan Hizbullah dengan Kayfiyat Sholatunnahdlatain.

Dzikrol Hauliyah ke-61 sendiri dijadwalkan mencapai puncaknya pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 10 ribu jamaah, yang terdiri dari thullab dan tolibat baru, thullab dan tolibat yang akan tamat, keluarga santri, serta jamaah Nahdlatul Wathan.

Sejumlah masyayikh dan tamu undangan juga dijadwalkan hadir, termasuk masyayikh dari Makkah serta sejumlah tokoh dan pejabat.

Setelah rangkaian Dzikrol Hauliyah, agenda berikutnya akan dilanjutkan dengan ziarah makam ke sejumlah makam waliyullah dan ulama, di antaranya Makam Selaparang serta makam ulama Bayan yang berada di sekitar kompleks Masjid Kuno Bayan Beleq di Desa Bayan, Lombok Utara.

Melalui pembagian tugas antara Pandzik dan Pantasy, seluruh rangkaian Dzikrol Hauliyah ke-61 dipersiapkan tidak hanya sebagai agenda tahunan, tetapi juga sebagai momentum bagi thullab baru dan calon lulusan untuk melanjutkan tradisi keilmuan serta nilai-nilai perjuangan yang diwariskan pendiri MDQH NW Anjani. (nanta)