NW ONLINE – JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PB NW) mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang melibatkan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam dan tokoh agama dalam diskusi strategis mengenai dinamika geopolitik global dan dampaknya terhadap ketahanan nasional.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Kepresidenan, PB NW menilai forum tersebut mencerminkan keterbukaan pemerintah dalam merumuskan arah kebijakan luar negeri sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

PB NW menyatakan dukungannya terhadap langkah diplomasi perdamaian Indonesia di tingkat internasional, termasuk keterlibatan negara dalam forum Dewan Perdamaian dunia. Organisasi yang berakar pada tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah itu memandang peran Indonesia sebagai mediator konflik, khususnya di kawasan Timur Tengah, sejalan dengan amanat konstitusi untuk ikut menjaga ketertiban dunia.

Selain isu geopolitik, PB NW juga menyoroti kebijakan perdagangan pemerintah terkait kesepakatan tarif resiprokal dengan Amerika Serikat. Menurut organisasi tersebut, langkah pemerintah menghindari potensi tarif hingga 32 persen terhadap produk Indonesia merupakan keputusan strategis untuk menjaga daya saing ekspor nasional sekaligus melindungi sumber penghidupan jutaan masyarakat.

  IPNW Sikur Gelar MAKA 1, Jadi Ruang Pembentukan Kader Pelajar NW di Lombok Timur

Di sisi lain, PB NW mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi dampak konflik global terhadap stabilitas energi dan pangan di dalam negeri. Organisasi itu menyatakan siap menggerakkan jaringan pondok pesantren di berbagai daerah untuk memperkuat kemandirian pangan sebagai langkah antisipatif menghadapi kemungkinan gejolak pasokan.

PB NW juga berharap pemerintah terus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan, agar dinamika geopolitik di Timur Tengah tidak berdampak langsung pada daya beli masyarakat di tingkat akar rumput.

Selain itu, organisasi tersebut mendorong agar forum dialog antara pemerintah dan para ulama terus dilakukan secara berkala. Menurut PB NW, keterlibatan tokoh agama penting untuk memastikan kebijakan negara tetap sejalan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

PB NW juga menekankan perlunya perlindungan dan pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam memanfaatkan peluang pasar internasional yang terbuka melalui berbagai perjanjian dagang.

“Agama dan negara adalah dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. PB Nahdlatul Wathan berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusivitas umat di tengah ketidakpastian global,” demikian pernyataan PB NW.

50% LikesVS
50% Dislikes