NW ONLINE – Mekkah — Suasana apel petugas di bawah naungan Sektor 6 Mekkah berlangsung penuh khidmat dan semangat pengabdian ketika anggota musyrif diny Kementerian Haji 2026 menyampaikan nasihat penguatan spiritual dan moral kepada seluruh petugas haji Indonesia.

Dalam amanatnya selaku pembina apel, beliau menekankan bahwa penyelenggaraan haji tahun 2026 membawa amanah besar dari bangsa dan negara, sekaligus menjadi momentum memperbaiki tata kelola haji Indonesia agar semakin amanah, profesional, dan berkeadaban.

Beliau menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto bersama Menteri Haji RI, Gus Irfan telah menyampaikan niat dan cita-cita besar dalam memperbaiki sistem birokrasi dan regulasi haji Indonesia.

“Bapak Presiden dan Bapak Menteri telah memberikan perhatian besar terhadap pembenahan pelayanan haji. Ada niat yang sangat mulia agar haji Indonesia semakin baik, semakin amanah, semakin profesional, dan memberi dampak besar bagi umat,” ungkap beliau di hadapan para petugas.

Dalam arahannya, beliau menjelaskan bahwa terdapat tiga orientasi besar yang diharapkan lahir dari penyelenggaraan haji tahun ini.

Pertama, sukses ibadah, yakni memastikan para jemaah mampu melaksanakan rangkaian ibadah hajinya dengan baik, tenang, nyaman, dan sesuai tuntunan syariat.

Kedua, sukses ekosistem ekonomi, yaitu bagaimana penyelenggaraan haji mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi umat dan bangsa secara luas.

Dan yang ketiga adalah sukses berkeadaban, yakni menjadikan ibadah haji bukan hanya ritual tahunan, tetapi juga melahirkan pribadi-pribadi yang lebih baik akhlaknya, lebih kuat integritasnya, dan lebih besar manfaatnya bagi masyarakat.

“Jangan sampai seseorang pulang dari haji hanya membawa gelar, tetapi tidak membawa perubahan akhlak dan nilai kehidupan,” tegas beliau.

Beliau juga menegaskan bahwa Presiden RI telah memberikan pesan kuat agar Kementerian Haji dibangun di atas prinsip amanah dan bersih dari praktik-praktik tercela.

Menurut beliau, Menteri Haji RI menyampaikan secara langsung bahwa Presiden berpesan agar tidak ada ruang bagi korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam penyelenggaraan haji.

Dalam kesempatan itu beliau mengingatkan seluruh petugas untuk menjaga amanah besar tersebut dengan penuh tanggung jawab.

“Jangan sampai niat baik pemimpin negeri ini tercoreng oleh kelalaian kita. Tugas kita bukan hanya menjalankan pekerjaan teknis, tetapi menjaga marwah pelayanan haji Indonesia,” pesannya.

Beliau mengakui bahwa dalam penyelenggaraan haji pasti terdapat berbagai tantangan dan kekurangan. Namun hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk saling menyalahkan atau kehilangan semangat pengabdian.

“Tantangan itu biasa. Yang luar biasa adalah bagaimana kita tetap ikhlas, tetap kompak, tetap amanah, dan tetap melayani di tengah segala keterbatasan,” tuturnya.

Dalam amanat yang penuh keteduhan itu, beliau juga mengingatkan bahwa para petugas haji sejatinya bukan hanya pekerja administratif, melainkan pejuang pelayanan umat yang sedang diberi kesempatan besar untuk beribadah melalui khidmat kepada para tamu Allah SWT.

“Kalau ibadah utama jemaah adalah melaksanakan manasik haji, maka ibadah utama petugas adalah melayani jemaah dengan sepenuh hati,” ungkap beliau yang langsung disambut antusias para peserta apel.

Beliau mengajak seluruh petugas untuk meluruskan niat dalam setiap tugas yang dilakukan, sekecil apa pun pekerjaan tersebut.

Beliau menegaskan bahwa seluruh kelelahan, tekanan, dan pengorbanan menjadi petugas haji tidak akan pernah bisa diukur hanya dengan materi.

“Capeknya petugas haji ini tidak akan pernah cukup dibayar dengan angka berapa pun. Karena itu jangan terlalu material dalam berkhidmat. Kita bekerja bukan semata mengejar honor, tetapi mengejar ridha Allah SWT,” jelasnya.

Beliau juga mengingatkan bahwa kesempatan menjadi petugas haji merupakan amanah besar yang harus disyukuri, sebab tidak semua orang memperoleh kesempatan tersebut.

“Kita juga tidak akan mampu membalas jasa para pemimpin dan pemerintah yang telah membuka jalan sehingga kita bisa ikut menjadi pelayan tamu-tamu Allah di Tanah Suci ini,” tambahnya.

Nasihat tersebut kemudian diperkuat dengan firman Allah SWT:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketakwaan, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.”

(QS. Al-Ma’idah: 2)

Beliau berharap seluruh petugas mampu menjaga persatuan, saling membantu, dan saling mengingatkan selama menjalankan tugas pelayanan haji.

“Jangan sibuk mencari kesalahan teman. Jangan mudah menyalahkan. Jangan apatis. Kalau ada yang lelah, bantu. Kalau ada yang kurang paham, arahkan. Kalau ada yang keliru, ingatkan dengan baik,” pesannya.

Menurut beliau, kekompakan petugas akan sangat menentukan kenyamanan dan ketenangan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Beliau juga mengingatkan hadis Rasulullah SAW tentang pentingnya membantu sesama:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:

«وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ»

“Allah akan selalu menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.”

(HR. Muslim No. 2699)

Di akhir amanatnya, beliau mengajak seluruh petugas untuk menjaga keikhlasan, memperkuat persaudaraan, serta menjadikan tugas pelayanan haji sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Semoga Allah SWT menjaga hati dan niat kita semua, menguatkan langkah pengabdian kita, memudahkan seluruh tugas pelayanan haji tahun ini, melindungi seluruh jemaah dan petugas, serta menjadikan setiap tetes keringat dan kelelahan kita sebagai amal saleh yang diterima di sisi-Nya. Semoga pelayanan yang kita lakukan menjadi jalan hadirnya haji yang mabrur dan membawa keberkahan bagi bangsa, negara, dan umat Islam seluruhnya.
آمين يا رب العالمين.”

100% LikesVS
0% Dislikes