NW ONLINE – Lombok Tengah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Zamroni Aziz, melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Yanmu NW Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (7/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi pesantren dalam mengembangkan pendidikan berbasis digital dan ramah anak.

Kunjungan kerja ini turut dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada guru inovatif serta peninjauan langsung fasilitas asrama putri. Zamroni tidak datang sendiri, ia didampingi Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda, Wakil Ketua I DPRD NTB Lalu Wirajaya, Wakil Ketua II DPRD NTB Yek Agil, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Tengah Lalu Syahdi.

Santri Yanmu NW Praya Dinilai Unggul Akhlak dan Bahasa Asing

Zamroni mengaku bangga dengan kualitas para santri Ponpes Yanmu NW Praya, yang menurutnya tidak hanya memiliki akhlak baik, tetapi juga mampu menguasai bahasa asing seperti bahasa Arab dan bahasa Inggris. Ia menegaskan bahwa pondok pesantren merupakan filter terakhir, pagar, dan fondasi utama bagi pembentukan karakter bangsa.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, ia menilai pesantren tetap menjadi benteng utama dalam membentuk karakter generasi muda. Para santri pun diingatkan untuk selalu memegang teguh dua kunci keberhasilan dalam menuntut ilmu, yakni berbakti kepada orang tua dan taat kepada guru.

Santriwati Diberi Uang Pembinaan dan Dorongan Jadi Pemimpin

Dalam kesempatan tersebut, Zamroni memberikan uang pembinaan kepada sejumlah santriwati yang tampil memukau saat menyampaikan pidato dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris. Ia juga memotivasi para santriwati agar berani memiliki cita-cita tinggi dan mengambil peran sebagai pemimpin, dengan menekankan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi daerah dan bangsa, sebagaimana telah ditunjukkan sejumlah tokoh perempuan di NTB.

Pesantren Digital dan Ramah Anak sejak Tahun 2000

Zamroni turut mengapresiasi komitmen Ponpes Yanmu NW Praya yang sejak berdiri pada tahun 2000 terus bertransformasi menjadi lembaga pendidikan berbasis digital dan ramah anak. Ia menilai inovasi tersebut menjadi nilai tambah yang perlu terus dipertahankan dan dikembangkan.

Menanggapi kunjungan tersebut, Pimpinan Ponpes Yanmu NW Praya, Prof Zainul Arifin Munir, menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan Kanwil Kemenag NTB beserta jajaran pemerintah daerah. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi bagi pesantren untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat pembinaan karakter santri, serta melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing.

Kunjungan kerja ini sekaligus mempertegas sinergi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan Islam dalam mendorong kemajuan pesantren sebagai pusat pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. (ref. metrontb.com)