NW ONLINE – Sukadamai, Lombok Timur, mahasiswa KKN STMIK Syaikh Zainuddin (SZ) NW Anjani ikut ambil bagian dalam kesuksesan Pawai dan Karnaval Adat yang digelar Desa Sukadamai untuk memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Merah putih berkibar gagah di sepanjang rute pawai, membawa semangat kemerdekaan yang terasa hidup dan bergelora, sementara mahasiswa KKN turut terlibat dalam merancang dan menjalankan rangkaian acara.

Acara yang berlangsung meriah ini berhasil menghadirkan suasana yang sarat akan keberagaman warna, kekayaan budaya, kebersamaan, dan kegembiraan yang memancar dari wajah seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Mahasiswa KKN STMIK NW Anjani Ikut Meriahkan Karnaval

Mahasiswa KKN STMIK Syaikh Zainuddin NW Anjani turut membantu mempersiapkan konsep dan teknis acara, mulai dari koordinasi rute pawai hingga dokumentasi kegiatan. Bersama pemerintah desa, Karang Taruna Desa Sukadamai, dan mahasiswa KKP UIN Mataram Tahun 2026, mereka bergerak bareng, kompak bergotong royong menyiapkan dan menyukseskan karnaval dari awal sampai akhir.

Menjaga Tradisi di Tengah Semarak Kemerdekaan

Karnaval ini bukan sekadar ajang unjuk kemeriahan semata. Lebih dari itu, acara ini menjadi wadah bagi warga Desa Sukadamai, bersama mahasiswa KKN STMIK NW Anjani, untuk merawat dan memamerkan kelestarian budaya lokal. Berbagai busana adat dan kreativitas warga ditampilkan dengan penuh kebanggaan sepanjang rute pawai, dengan sentuhan ide dari para mahasiswa yang turut memberi masukan pada konsep acara.

Langkah demi langkah para peserta pawai, serta senyum demi senyum yang menghiasi wajah para penonton, menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan ini. Momen tersebut membuktikan bahwa semangat kemerdekaan sejatinya selaras dengan upaya bersama dalam menjaga kerukunan dan melestarikan warisan leluhur.

Antusiasme Warga Melampaui Ekspektasi Panitia

Ketua panitia pelaksana, Nurul Mia Rahma, mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya partisipasi warga dalam kegiatan tahun ini, yang juga tidak lepas dari keterlibatan mahasiswa KKN sejak proses perencanaan hingga hari pelaksanaan.

“Tahun ini keterlibatan warga melampaui ekspektasi kami. Mulai dari anak-anak, ibu-ibu, semuanya luar biasa dan sangat antusias, harapannya selaku ketua panitia untuk tahun depan acara ini konsisten agar diadakan dan tentunya dengan konsep yang lebih menarik dan bisa melibatkan partisipasi masyarakat lebih luas lagi,” ujar Nurul Mia Rahma.

Harapan tersebut menjadi cerminan semangat masyarakat Desa Sukadamai yang ingin terus menjadikan kolaborasi bersama mahasiswa KKN sebagai momentum kebersamaan yang berkelanjutan setiap tahunnya.

Simbol Cinta Tanah Air dari Desa Kecil

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Sukadamai, Muhammad Syafii M.AP, menyampaikan makna mendalam di balik gelaran karnaval dan pawai tahun ini, yang turut diramaikan mahasiswa KKN.

“Acara karnaval dan pawai adalah wujud nyata dari detik-detik detak jantung sebuah bangsa yang berdenyut dalam kebersamaan. Setiap langkah kaki yang diayunkan, setiap kibaran bendera sang saka Merah Putih, dan setiap kreativitas yang ditampilkan adalah simbol cinta yang mendalam terhadap tanah air dan bangsa,” kata Muhammad Syafii.

Ia menambahkan bahwa meski acara ini berskala lokal di tingkat desa, semangat yang terkandung di dalamnya tidak kalah besar dari perayaan di tingkat yang lebih luas.

“Meski acara ini adalah acara lokal atau tingkat desa, tapi melalui acara ini kami sampaikan dari sudut desa kecil bernama Sukadamai kami panjatkan rasa syukur atas diberkahinya negara dan bangsa ini atas kemerdekaannya,” pungkasnya.

Kontribusi Mahasiswa KKN STMIK NW Anjani bagi Desa

Keterlibatan mahasiswa KKN STMIK Syaikh Zainuddin NW Anjani dalam gelaran ini menjadi salah satu contoh bahwa program KKN tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat. Ide dan tenaga yang dicurahkan mahasiswa turut memperkaya konsep karnaval, mulai dari koordinasi teknis hingga dukungan dokumentasi acara.

Kolaborasi lintas elemen ini membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah desa, pemuda, dan kalangan akademisi mampu menghasilkan kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat nilai edukasi dan pelestarian budaya.

Perayaan HUT RI ke-81 di Desa Sukadamai ini diharapkan menjadi inspirasi bagi program KKN di desa-desa lain untuk terus menghidupkan semangat gotong royong dalam setiap perayaan hari besar nasional, sekaligus menjaga kelestarian tradisi dan budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! Terus melangkah, terus bersatu, untuk Indonesia yang lebih maju.