NW ONLINE – Sumatera-Aceh, Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) bersama Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Wathan (LAZAH NW) kembali menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan gerakan sosial-keagamaan dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam di Aceh Timur dan Aceh Tamiang, Minggu (4/1/2026).
Aksi kemanusiaan ini menjadi simbol solidaritas lintas daerah dari Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk Aceh, sekaligus wujud kepedulian Nahdlatul Wathan terhadap masyarakat yang masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.
Rombongan PBNW dan LAZAH NW dipimpin langsung Ketua Umum PBNW, Dr. TGKH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani. Mereka menempuh perjalanan darat sekitar enam jam demi memastikan bantuan tidak hanya dikirim, tetapi diserahkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral. Alhamdulillah, kita bisa membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Aceh. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi seluruh jamaah dan donatur,” ungkap Ketua Umum PBNW di sela kegiatan.
Ia menegaskan, musibah yang menimpa Aceh bukan hanya duka masyarakat setempat, melainkan duka seluruh umat. Karena itu, gerakan kemanusiaan ini disebut sebagai implementasi nyata Trilogi Perjuangan Nahdlatul Wathan, yakni pendidikan, sosial, dan dakwah, sebagaimana amanah pendiri NW, Maulanasyaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid.
“Nahdlatul Wathan bukan hanya hadir di ruang dakwah dan pendidikan, tetapi juga di ruang-ruang kemanusiaan. Kami berkomitmen untuk selalu berada di tengah masyarakat, khususnya saat mereka menghadapi kesulitan,” tegasnya.
Dalam penyaluran bantuan tersebut, PBNW dan LAZAH NW menyerahkan ratusan paket sembako, perlengkapan memasak, serta logistik darurat guna memenuhi kebutuhan dasar para korban bencana. Selain bantuan konsumtif, PBNW dan LAZAH NW juga menggulirkan program pembangunan sumur bor di sejumlah titik, khususnya di rumah ibadah yang terdampak di Aceh Timur dan Aceh Tamiang.
“Ini adalah amanah dari para jamaah yang telah berinfak. Semoga setiap tetes air yang mengalir dari sumur bor ini menjadi pahala yang tidak terputus,” tandasnya.
Program sumur bor menjadi salah satu fokus utama dalam aksi kemanusiaan kali ini. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan air bersih yang menjadi persoalan krusial pascabencana.
“Bantuan kemanusiaan tidak boleh berhenti pada bantuan konsumtif. Sumur bor ini adalah ikhtiar jangka panjang, agar masyarakat memiliki sumber air bersih dan rumah ibadah kembali makmur,” ungkap Ketua Umum PBNW.
Dengan tersedianya air bersih, aktivitas ibadah, pendidikan keagamaan, serta kehidupan sosial masyarakat diharapkan dapat kembali berjalan normal.
Kedatangan rombongan PBNW dan LAZAH NW disambut hangat Pemerintah Kabupaten Aceh Timur yang diwakili Sekretaris Daerah Aceh Timur, Adlinsyah, bersama jajaran OPD dan DPRD Aceh Timur.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PBNW dan LAZAH NW. Kepedulian ini sangat berarti bagi masyarakat kami yang sedang tertimpa musibah. Jarak yang jauh tidak menghalangi ikatan persaudaraan,” ujar Adlinsyah.
Ia berharap sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah dapat terus terjalin dalam upaya pemulihan pascabencana.
Dalam kegiatan tersebut, PBNW turut didampingi Sekretaris Jenderal PBNW, Pimpinan Pusat IPNW Lalu Gede Zainuddin Atsalis, jajaran pengurus PBNW, tim LAZAH NW, PW NW Sumatera Utara, PW NW Aceh, serta para relawan kemanusiaan yang terlibat langsung dalam pendistribusian bantuan.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi ratusan paket sembako, perlengkapan memasak dan logistik darurat, serta pembangunan sumur bor untuk fasilitas umum dan rumah ibadah. Bantuan diterima secara simbolis oleh Pemerintah Aceh Timur dan selanjutnya disalurkan kepada warga terdampak di Aceh Timur dan Aceh Tamiang.
Aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari rangkaian program sosial PBNW dan LAZAH NW yang sebelumnya juga telah menjangkau wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara dan Aceh pada pekan pertama pascakejadian.
Melalui gerakan ini, Nahdlatul Wathan kembali menegaskan jati dirinya sebagai organisasi dakwah dan sosial yang tidak hanya menyuarakan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menghadirkannya dalam bentuk aksi nyata. Perjalanan panjang rombongan terbayar dengan senyum para pengungsi serta doa tulus masyarakat Aceh. Di Aceh Timur dan Aceh Tamiang, PBNW dan LAZAH NW tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menebarkan harapan dan menguatkan persaudaraan.

