NW ONLINE, Lombok Timur — Ribuan warga dan jemaah NW dari berbagai daerah bergotong royong menyiapkan tetaring di arena utama Hultah NWDI ke-91, Lapangan Hj. Siti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid, Anjani, Lombok Timur, Minggu (27/9/2026).

Tetaring yang dibuat dari anyaman daun kelapa tersebut disiapkan sebagai salah satu fasilitas untuk memberikan kenyamanan bagi jemaah yang akan menghadiri rangkaian kegiatan Hultah Madrasah NWDI ke-91.

Sejak pagi, warga NW mulai berdatangan ke lokasi dengan membawa berbagai bahan dan perlengkapan yang dibutuhkan. Mereka kemudian bekerja secara bersama-sama untuk menganyam, mengikat, hingga memasang tetaring di kawasan arena utama.

Ketua Panitia Hultah NWDI ke-91, TGH Lalu Gede Muhammad Khairul Fatihin QH, S.Kom.I., MM., turut membuka langsung kegiatan pembuatan tetaring tersebut.

Dalam arahannya, ia meminta seluruh peserta bekerja secara teliti dan hati-hati agar tetaring yang dihasilkan memiliki konstruksi yang kuat dan dapat digunakan dengan baik.

“Untuk lebih teliti dan hati-hati supaya tetaring yang dihasilkan kuat, kokoh dan tahan lama,” pesannya.

Pembuatan tetaring dilakukan secara terorganisasi dengan melibatkan Pengurus Cabang NW dan jemaah dari berbagai wilayah. Pembagian tugas dilakukan berdasarkan daerah asal masing-masing agar proses pemasangan dapat berlangsung lebih cepat.

Koordinator Tetaring Hultah NWDI ke-91, Dr. TGH Lalu Ahmad Syarqowi Ramdani QH, MA., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk gotong royong seluruh warga Nahdlatul Wathan dalam menyambut pelaksanaan Hultah NWDI ke-91.

“Pembuatan tetaring ini adalah upaya gotong royong semua warga Nahdlatul Wathan yang sudah dibagi per Pengurus Cabang NW guna mempercepat pembuatan,” ujarnya.

Untuk jemaah dari Lombok Timur, pembagian pekerjaan dilakukan berdasarkan Pengurus Cabang NW. Sementara jemaah yang berasal dari wilayah Lombok Tengah, Lombok Barat, Kota Mataram, dan Lombok Utara dikelompokkan berdasarkan kabupaten masing-masing.

Dengan pembagian tersebut, proses pengerjaan kawasan tetaring dapat dilakukan secara serentak. Area yang disiapkan untuk pelaksanaan kegiatan Hultah disebut mencapai sekitar dua hektare.

Tetaring dari anyaman daun kelapa juga menjadi bagian dari tradisi yang masih dipertahankan dalam pelaksanaan kegiatan besar warga NW. Selain berfungsi sebagai tempat berteduh, keberadaannya turut menghadirkan nuansa kebersamaan dan gotong royong dalam persiapan menyambut jemaah.

Arena utama Hultah Madrasah NWDI ke-91 di Anjani dipersiapkan untuk puncak peringatan yang akan berlangsung pada Ahad, 11 Oktober 2026. Jemaah dari berbagai daerah diperkirakan akan hadir mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Sebelum puncak Hultah, sejumlah kegiatan juga telah disiapkan. Berbagai pertandingan dan perlombaan antar lembaga pendidikan NW akan digelar sebagai bagian dari rangkaian menyemarakkan Hultah Madrasah NWDI ke-91.

Kemudian pada Sabtu, 10 Oktober 2026, akan dilaksanakan pawai alegoris akbar yang melibatkan lembaga pendidikan di bawah naungan Nahdlatul Wathan se-Nusantara, mulai tingkat Ibtidaiyah hingga perguruan tinggi, serta jemaah NW secara umum.

Dengan persiapan yang terus dilakukan, arena Hultah NWDI ke-91 di Anjani kini mulai dipersiapkan untuk menyambut kedatangan jemaah dari berbagai daerah.

Hultah Madrasah NWDI ke-91 menjadi momentum silaturahmi warga dan jemaah NW sekaligus mengenang dan melanjutkan perjuangan pendiri NWDI, NBDI, dan NW, Maulana Syekh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.