NW ONLINE – Lombok Timur, Sebanyak 644 mahasiswa Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) NW Lombok Timur resmi dikukuhkan menjadi sarjana dalam Yudisium Sarjana Strata Satu (S1) ke-29 yang digelar di Aula Majlis Dakwah Hamzanwadi II Pontren Syaikh Zainuddin NW Anjani, Kecamatan Suralaga, Sabtu (08/08/2026).

Rektor IAIH NW Lombok Timur, Dr. KH. L. Gede Muhammad Zainuddin Atsani, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan yudisium ke-29 ini merupakan bentuk eksistensi IAIH NW dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi. Ia menyampaikan terimakasih kepada semua civitas akademika, para dosen dan karyawan atas keikhlasan dan pengabdiannya, dan berharap hal itu menjadi amal ibadah bersama.

Rektor Ingatkan Alumni Baru Lanjutkan Pendidikan

Pada kesempatan tersebut, Rektor mengingatkan para mahasiswa yang baru diyudisium untuk terus belajar dan meng-update diri, serta melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan dibarengi keseriusan dalam belajar. Ia menyebut bahwa IAIH NW Lotim kini telah memiliki Program Magister (S2) Pendidikan Agama Islam, dan mendorong para alumni untuk melanjutkan studi karena banyak kemudahan yang disediakan kampus bagi alumni yang melanjutkan S2.

Rektor menegaskan keyakinannya bahwa para alumni IAIH NW Lotim tidak kalah bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lain, dan menyebut mereka sebagai abituren yang hebat.

644 Sarjana dari Tiga Fakultas dan Enam Program Studi

Sementara itu, Ketua Panitia Yudisium dan Wisuda ke-29 yang juga Wakil Rektor I IAIH NW Lotim, Dr. TGH Abdul Muhyi Abidin, dalam laporannya menyampaikan bahwa 644 mahasiswa yang diyudisium berasal dari tiga fakultas, yakni Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah, serta Fakultas Dakwah, yang tersebar di enam program studi.

Rinciannya, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 311 orang, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) sebanyak 87 orang, dan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sebanyak 84 orang. Sementara dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) sebanyak 85 orang, Program Studi Ahwalul Syakhsiyah (AS) sebanyak 32 orang, dan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) di Fakultas Dakwah sebanyak 42 orang.

Diingatkan Jaga Nama Baik Almamater dan Guru Besar

Rektor yang juga menjabat Ketua Umum PBNW mengingatkan para sarjana baru untuk terus menunjukkan diri sebagai abituren Nahdlatul Wathan yang baik di manapun mereka berada. Ia meminta para peserta yudisium untuk selalu menjaga nama baik almamater dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka adalah sarjana yang berilmu sekaligus berakhlak, seraya mengingatkan bahwa IAIH NW didirikan oleh guru besar mereka, Almagfurulah Bapak Maulana Syaikh, sehingga mencoreng almamater berarti mencoreng nama baik guru besar tersebut.

Acara yudisium ke-29 tersebut turut dihadiri oleh seluruh civitas akademika IAIH NW Lotim, mulai dari para Wakil Rektor, Dekan, Ketua Program Studi, hingga jajaran dosen.